Training Public Speaking Palangkaraya, Kalteng
Public speaking alias berbicara di depan umum merupakan soft skill yang diperlukan di era kini. Meskipun sekarang sudah memasuki era digital dan banyak pertemuan menggunakan media jarak jauh seperti google meet dan zoom, justeru menumbuhkan kebutuhan public speaking yang semakin tinggi. Apalagi jika Anda adalah seseoang yang ingin terjun ke dunia kerja ataupun bisnis, seperti marketing, customer service, dunia hiburan, dunia pendidikan, kesehatan, hingga politik. Nyaris tidak ada profesi yang tidak memerlukan keterampilan public speaking.
Masalahnya, ada dua masalah besar dalam public speaking yakni kegugupan saat membawakan public speaking dan bagaimana dengan mudah dan cepat menguasai materi. Gabungan kedua masalah ini sering membuat seseorang menjadi blank saat tampil. Ini masalah kecil sebenarnya,untuk mengatasi gugup atau grogi sudah kita bahas dalam artikel di web ini sebelumnya. Sedangkan untuk menguasai materi tidak perlu menghafalnya. Sebab dengan menghafal, selain gampang lupa, kalaupun hafal juga, maka pembawaan public speakingnya menjadi kaku. Ini kurang menarik jadinya.

Selain ada teknik cara cepat menguasai materi public speaking (subject mastery) yang diajarkan dalam training Public Speaking yang diadakan Borneo Development Centre, secara luas dikenal ada empat metode atau gaya dalam penyampaian public speaking yakni impromptu style, manuscript style, memorized style, dan extempory style. Ayo kita bahas bersama…
Improptu style merupakan metode yang banyak digunakan para professional. Sesuai namanya, “improptu” berarti “dibuat di tempat.” Oleh karenanyaya, dalam gaya atau metode ini pembicaranya yang tidak sempat berlatih dan biasanya tidak ada naskah. Alhasil, public speaking yang disampaikan umumnya pendek. Catatan jarang digunakan dan pembicara umumnya melihat langsung kepada penonton. Hasilnya, mereka mampu membuat penonton terlibat dengan lebih mudah.

Manuscript style merupakan metode atau gaya public speaking yang sering digunakan untuk keperluan presentasi. Metode ini membawakan public speaking dengan naskah yang sudah dipersiapkan secara baik. Metode ini biasanya dimanfaatkan oleh para pejabat negara atau tokoh tertentu, alias orang penting, yang hendak memberikan sambutan di acara resmi atau formal. Metode ini digunakan untuk menghindari terjadinya kesalahan karena setiap kata yang diucapkan akan diperhatikan oleh masyarakat luas dan dikutip oleh media massa.
Pada metode Memorized style mengacu pada teknik menghafal skrip yang akan dibacakan kepada audiens secara verbatim, atau kata demi kata agar bisa disaring dengan mudah. Metode ini, menuntut pembicara untuk menguasai semua susunan bahasa, ide, dan gagasan yang terdapat di dalam skrip. Sehingga metode ini lebih cocok untuk mereka yang memiliki daya ingat tinggi. Gaya public speaking ini a cocok dibawakan untuk pembahasan atau topik yang menarik dan popular. Apalagi jika pembicaranya cukup dikenal publik.

Adapun Extempore style merupakan gaya berpidato yang sangat dianjurkan untuk pembicara di ranah profesional. Hal ini karena metode ini mendorong pembicara untuk menggunakan skrip pidato yang hanya berisi outline dan pokok-pokok penunjang. Hanya poin penting yang ditulis di kerpe’an. Sedangkan pengembangan lain dilakukan atas dasar kemampuan dan penguasaan sang pembicara. Metode ini juga cocok dipakai saat melakukan presentasi.
Dalam training presentasi efektif di Borneo Development Centre diberikan materi tentang bagaimana membuat slide presentasi yang menarik. Jadi tidak seperti presentasi yang memindahkan buku ke slide dan teknik bagaimana cara menguasai materi presentasi seperti professional.
Nah, gaya atau metode mana yang kamu pilih?

Jika Anda atau perusahaan dan instansi Anda memerlukan training public speaking ataupun pelatihan teknik presentasi efektif, sila menghubungi kontak kami. Kami akan senang sekali bekerjasama dan membantu organisasi Anda.