Outbound Training. Outbound Sampit.
Organisasi, apa pun bentuknya, entah itu perusahaan, instansi, lembaga pendidikan, ataupun komunitas, perlu visi dan tujuan yang sama. Perlu kesamaan sikap dan kekompakan. Untuk mempersatukan itu, perlu yang namanya silaturahmi alias pertemuan-pertemuan yang dapat menyamakan persepsi serta memperkuat motivasi dikaitkan dengan organisasi.
Nyatanya, pertemuan dalam bentuk meeting atau kumpul-kumpul dalam ruangan saja tidak cukup. Selain terkesan monoton, apalagi kalau dalam meeting itu yang ngomong.. dia lagi… dia lagi… dengan isi pembicaraan… itu lagi.. itu lagi, ya….. jelas membosankan. Bikin booring… kata milenial. Bikin gooring, kata orang Banjarmasin.
Oleh karenanya perlu ada acara silaturahmi yang nggak membosankan… semua peserta atau anggota yang hadir terlibat… aktif..bahkan setara. Iniii…. baru asssikkk…… Apakah itu. Namanya outbound… gampangnya sih,, sering disebut otbon….. gitu aja.

Outbound atau nama asli lengkapnya adalah outward bound yang merupakan konsep pendidikan di alam terbuka. Oleh karenanya, maka outbound juga dikenal dengan sebutan experiential learning (EL)….. alias pembelajaran berbasis pengalaman. Hal ini karena konsep outbound adalah pembelajaran di luar ruang dengan menstimulasi beberapa skenario permainan untuk dapat diterapkan dalam dunia nyata, lebih khusus dunia kerja.
Outbound merupakan jenis pendidikan orang dewasa.. meskipun belakangan bagus juga diterapkan kepada anak-anak sebagai pembelajaran langsung yang merangsang kemampuan motoriknya juga. Dalam bahasa Indonesia, otbon…eee…outbound, disebut dengan istilah mancakrida. Baru tahu kan? Hehehehe…
Outbound dengan demikian, lebih dari sekedar outing. Alias jalan-jalan atau main-main, keluar dari kerutinan kantor. Memang ada sih yang menggunakan kantor untuk sekedar lepas dari kerutinan dan refreshing…. rekreasi bersama. Itu juga nggak salah… hanya saja, jika kita menyebut outbound ataupun EL, itu berarti ada progaramnya. Ada tujuan dan skenarionya…. hehehehehe.
Adapun manfaat outbound bagi sebuah organisasi diantaranya adalah membangun kekompakan atau soliditas antar anggota atau karyawan. Melaui kegiatan luar ruang yang santai dan penuh keakraban, anggota dapat saling berinteraksi dengan santai dan nyaman. Berbeda dengan ditempat kerja yang terkesan formal dan kaku.
Manfaat lain adalah terbangunnya kerjasama yang lebih kuat, karena adanya skenario dan urutan permainan akan memberi dampak terbangunnya kerjasama yang lebih baik. Dari outbound juga akan terjalin saling percaya dan sinergi yang lebih baik. Dengan kata lain, outbound juga akan membangun komunikasi yang lebih baik (baca:efektif) antar sesama anggota atau karyawan, termasuk yang “diatas” ataupun yang “di bawah”.
Berikutnya manfaat outbound adalah relaksasi ketegangan di kantor, akibat beban kerja maupun persaingan kerja,….. termasuk mengendurkan atau meredupkan adanya potensi konflik di organisasi. Baik di instansi, perusahaan, atau pun komunitas dan lembaga pendidikan.
Yang paling penting dan ini tujuan akhirnya, outbound diharapkan dapat meningkatkan kinerja organisasi. Baik individu, kelompok atau bagian, maupun organisasi secara keseluruhan. Sebuah penelitian menunjukkan bagaimana “bergerak”, keluar dari ruang kerja.. ternyata dapat meningkatkan kemampuan otak.
Jadi, kenapa tidak outbound saja?
Trainer, Outbounder, Publik Speaker
WA 0816777800