Public Speaking Sampit. Presentasi.
Sebelum lebih jauh… kita fahami dulu, apa itu presentasi sendiri. Bukan maksudnya cuap-cuap di depan kelas atau meeting room sendirian tanpa ada audiens atau pemirsa…ah. Maksudnya adalah presentasi yang idenya dapat sendiri… bahannya nyari sendiri… slide-nya bikin sendiri.. dan tampil di depan sendiri. Nggak pake operator alias clickman. Itu dia bro….!
Ngemeng-ngemeng… pernah ketemu nggak.. pejabat di daerah yang glagapan kalo presentasi? Kalo pun nggak glagapan karena ditutupin dengan gaya yang aduhai.. presentasinya murni dan asli membaca slide. Lalu didamping operator alias clickman.. yang setiap selesai dia baca satu slide.. kita harus dengan kata ’’next’’ atau ‘’lanjutttttt”……
Kalau ketemu yang begini nih… kita merasa betul… sebenarnya bukan beliaunya yang presentasi membawakan slide.. tetapi slidenya lah yang sedang mempresentasikan beliau… hehehehe. Maka sudah pasti fikiran hadirin alias audiens akan bertanya… beliau nya ini bikin slide-nya siapa ya? Bikin sendiri atau dibikinkan? Kalau bikin sendiri… kok begitu sih?
Dan itu pertanyaan wajar… meskipun mungkin tidak disampaikan kepada Anda…. secara langsung maupun tidak langsung. Namun harus difahami bahwa yang demikian itu.. mengganggu kredibilitas beliau yang lagi paparan. Tidak sampai disitu malah…. kredibilitas instansi atau kantor atau perusahaan beliau itu juga jadi turun… bahkan acara yang digelar pun… menjadi hambar…..
Sedih ya?
Nyatanya,… dalam banyak hal. Banyak pejabat di instansi pemerintah.. ataupun pemimpin di perusahaan dan organisasi yang gagap ketika harus presentasi. Mereka bingung menggali ide, menentukan topik presentasi… bahkan sering nggak faham..apa nih tujuan adanya presentasi?

Nggak sampai di situ… mereka pun menyuruh staf untuk membuatkan slide presentasi alias power pointnya. Jadilah karya staf yang kemudian dipresentasikan beliau.. Lumayan juga kalo stafnya mengerti bagaimana membuat slide power point yang bagus… kalau bisanya sebatas mengoperasionalkan power point.. maka yang terjadi adalah slide yang memindahkan buku ke layar presentasi. Garing dan membosankan….
Maka itu selain harus pilih-pilih untuk mempromosikan pejabat atau pimpinan, kata amang Oncoy sih,…. perlu juga melatih level tertentu di instansi pemerintah ataupun pimpinan perusahaan.. untuk belajar bagaimana melakukan presentasi yang baik.
Atau jika perusahaan maupun instansi Anda cukup pelit untuk tidak menyediakan anggaran untuk keterampilan penting ini, pake biaya sendiri juga nggak apa-apa lah. Kan investasi ilmu dan keterampilan ini manfaatnya banyak banget dan bisa dirasakan sendiri nantinya…
Jangan malu untuk belajar hanya karena sudah menempati posisi yang dirasa tinggi… kalo malu public training yang pesertanya 10 orang atau lebih, bisa undang lembaga pelatihan atau fasilitator yang mumpuni untuk belajar di tempat kerja dalam jumlah yang terbatas (inhouse training), atau kalau perlu private…
Dan untuk menjadi presenter yang handal… menguasai public speaking… itu syarat mutlaknya. Kabar baiknya… belajar public speaking sudah lama ada di Sampit, Kalteng. Mari bergabung…..