Training dan Outbound Sampit, Kalteng.
Dampak Pandemi Covid 19 dirasakan oleh semua sektor, termasuk dunia training di Indonesia. Pembatalan kegiatan pelatihan, termasuk outbound, angkanya miliyaran rupiah. Setidaknya pencermatan kami mendapati angka sekitar empat sampai lima miliyar rupiah, untuk pembatalan kegiatan sepanjang Maret sampai April 2020. Suatu besaran yang dampak ekonominya sangat besar, tidak hanya menyangkut provider training dan karyawannya, tetapi juga mengenai sektor ekonomi lain seperti perhotelan, travel, dan sebagainya.
Jasa Training memang bukan lagi bidang yang ecek-ecek di Indonesia. Selain dikelola oleh lembaga dan trainer yang profesional, jasa training juga sudah berkembang menjadi bisnis yang saling menguntungkan. Bagi provider atau penyedia jasa training, bidang ini merupakan peluang yang lumayan menarik dan memberi peluang pendapatan yang berarti. Sedangkan bagi individu maupun organisasi, entah perusahaan, instansi, atau lembaga lainnya, keberadaan provider training membantu organisasi tersebut dalam pengembangan sumberdaya manusia di organisasi yang bersangkutan.
Menggunakan jasa training dari luar organisasi selain memberi keragaman dalam personil yang menyampaikan materi (ah dia lagi… dia lagi pematerinya… karena trainer dalam lingkungan sendiri), juga memberi pencerahan dalam sudut pandang dan pengayaan materi. Selain faktor positif lain dibanding menggunkan trainer dari kantor sendiri. Misalnya saja, peserta training lebih bebas mengungkapkan permasalahan yang dihadapi, daripada dengan trainer kantor sendiri, yang kadangkala atasan atau temannya atasan.

Satu hal lagi, para provider training biasanya menggunakan trainer yang sudah pasti tersiapkan dengan baik, sehingga menguasai metodologi training dan materi yang disampaikan. Mereka yang menyandang nama sebagai trainer, biasanya juga mempunyai pengalaman yang memadai untuk menyampaikan materi. Untuk itu pastikan bahwa trainer yang akan digunakan di organisasi Anda memiliki kompetensi yang memadai. Yang di Indonesia biasanya dibuktikan dengan sertifikat kompetensi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).
Kembali ke dampak covid19, dengan adanya pembatalan training tentu membuat aktivitas terhenti dan jasa training tidak memiliki pemasukan keuangan. Cash flow provider training terganggu hingga mandeg. Semua provider mengadakan penyesuaian.. mulai dari merumahkan karyawan, mengurangi jam kerja karyawan, mengatur kembali semua aktivitas, sampai merubah format training ke format online. Yang terakhir ini, walaupun tersendat dan masih awal, membuka peluang dan harapan baru. Banyak kendala yang dihadapi dan bukan hanya masalah teknis, tetapi juga masalah sikap menghadapi perubahan itu. Pada sisi lain, tentu saja kenyataan, tidak semua keterampilan bisa di on line kan. Begitu kan ya?
Sampit, April 2020.