Apa itu Re-NLP?

Training NLP Sampit, Kalteng.

Bagi mereka yang berkecimpung dalam dunia pemberdayaan diri maupun pengembangan kepribadian, NLP tentu tidak asing lagi. NLP yang kepanjangannya adalah neuro linguistic programming, merupakan aplikasi pemberdayaan diri yang diakui efektif.  NLP pertama kali digagas oleh Richard Bandler,  seorang mahasiswa jurusan matematika University of California di kampus Santa cruz yang juga mendalami komputer bekerjasama dengan DR. John Grinder, seorang associate professor bidang Linguistik. Selanjutnya NLP menyebar ke seluruh dunia dengan cepat, termasuk Indonesia.

Dalam perkembangannya, para pembelajar NLP kemudian mengkreasikan NLP sesuai dengan kebutuhan dan persoalan yang dihadapi termasuk coach NLP paling terkenal, Antony Robbins atau Tony Robbins kemudian mengembangkan NLP versinya sendiri. Demikian juga dengan yang lainnya, termasuk para NLPers generasi awalnya. Sehingga muncullah beragam aliran atau ragam dalam NLP.  Namun demikian, landasan berfikir atau prinsip dasar dari NLP tetap dipertahankan. Dan di Indonesia, para pembelajar NLP, mulai dari praktisioner hingga trainer dan coach NLP pastinya juga terpengaruh dengan hal yang demikian.

Sepanjang pengalaman saya belajar dan mengaplikasikan NLP, termasuk juga ketika mengajarkannya di kelas, NLP memang efektif. Hanya saja dalam satu hal pokok, NLP mempunyai kekurangan yang sangat mendasar, yakni tidak “melibatkan” Tuhan dalam semua prosesnya. Dalam NLP memang dibahas tentang “belief and values” atau nilai dan keyakinan. Akan tetapi, hal ini dalam konteks yang sangat bebas dan tidak mengacu secara jelas kepada konsep yang mana, kecuali kepada metode dan teknik NLP itu sendiri. Oleh karenanya, sering saya mengatakan atau menulis, pilihlah trainer atau fasilitator tempat Anda belajar NLP yang seakidah dengan Anda, sehingga keyakinan Anda tetap terjaga. Namun jika Anda yakin bahwa keyakinan Anda telah kokoh, Anda tentu dapat belajar NLP kemana saja, karena filter keyakinan Anda mampu memilah dan menggunakan NLP secara lurus dengan akidah Anda.

Baca Juga  Building Rapport dalam Komunikasi NLP

Re-NLP adalah upaya memahami NLP dengan keyakinan akan kekuasaan Tuhan yang melingkupi semesta dan hidup manusia. Re-NLP mengaplikasikan metode dan teknik NLP dengan tetap memegang nilai dan keyakinan sebagai umat beragama yang memahami dan meyakini sepenuhnya kemahakuasaan Tuhan dalam kehidupan. Bahwa otoritas pemegang kendali atas suatu kejadian bukanlah murni pada pikiran manusia akan tetapi ada pada berkenannya Tuhan.  Dalam konteks ini kita dapat melihat tentang makna “Aku adalah sesuai dengan prasangka hamba-Ku” seperti yang difirmankan-Nya, sebagaimana menyadari tentang konsep ikhtiar dan takdir. Satu hal yang tidak dibahas dalam NLP.

Re-NLP boleh dimaknai sebagai Reformasi NLP, Reborn NLP, Revolusi NLP, atau “re” apapun dalam pikiran Anda. Yang pasti, konsep utama dari Re-NLP yang kami gagas adalah membangun NLP dalam konteks keyakinan akan kekuasaan Tuhan dalam setiap kejadian, termasuk saat kita mengaplikasikan metode dan teknik NLP. Ini bukan sifat sok agamis atau sok relijius, namun semua ini merupakan ihtiar dalam upaya mengembangkan alat untuk mengembangkan kepribadian yang makin mendekatkan kita pada ajaran agama atau secara keyakinan adalah bagaimana NLP dapat menjadi alat kita mendekatkan diri pada-Nya. Sebab NLP sejatinya hanyalah alat, “tools” saja.

Jika Anda atau organisasi Anda, ingin belajar NLP, baik sebagai praktisi NLP maupun dalam aplikasi NLP untuk komunikasi, pemasaran, kepemimpinan atau leadership, maupun untuk manajemen, lembaga kami siap membantu. Fasilitator kami yang kompeten dan berpengalaman sangat senang dapat bekerjasama dengan Anda dan lembaga Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kontak kami, baik untuk pelatihan inhouse training maupun online training.

Kami melayani di Malang, Yogyakarta, Palangkaraya, Banjarmasin, Sampit, Banjarbaru, Kandangan, Samarinda,  Pangkalan Bun, Balikpapan, Kuala Kapuas, Buntok, Pelaihari, Makassar, Ambon, Banda Aceh, Pontianak, Jayapura,  dan kota lainnya di Indonesia. Baik di Kalsel, Kaltim, Kalteng, ataupun provinsi lainnya.

Baca Juga  Kenapa Fasilitator Outbound harus belajar NLP?

Salam hebat bermanfaat.

 

Author: norman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *