WFH dan Covid 19

Pelatihan SDM, Sampit, Kalteng.

Diantara banyak upaya untuk meminalkan penularan virus corona atau istilah lainnya adalah Covid 19 adalah dengan Work From Home. Kebijakan work from home atau bekerja dari rumah menjadi anjuran pemerintah yang harus dipilih oleh  perusahaan hingga lembaga pemerintahan. Bekerja dari rumah dalam kondisi saat ini diyakini dapat meminimalisir penularan virus Corona.

Tentu saja kebijakan Work From Home (WFH) ini mempunyai dampak sosial ekonomi yang cukup besar. Baik langsung maupun tidak langsung, termasuk membangun cara kerja. Namun demikian, dengan kemudahan akses teknologi saat ini, terutama akses komunikasi digital, dampak WFH dampak diminimalkan juga. Artinya, meskipun tidak bertemu secara langsung (physical), pekerjaan atau tugas dapat dikoordinasikan dan diselesaikan dengan relatif mudah.

Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, adalah tokoh yang sangat menganjurkan dilaksanakannya WFH ini sebagai upaya mengurangi penyebaran Covid 19.  Mengikuti anjuran ini, seperti yang dikabarkan cnbcindonesia (23/3) setidaknya di Jakarta saja, ada 517 ribu orang yang bekerja dari rumah saja (WFH). Ini belum lagi dengan orang di daerah lainnya, katakanlah Bandung dan Bogor.

Bentuk WFH ada yang full WFH artinya seseorang benar-benar bekerja di rumah.. atau sebuah kantor menerapkan sebagian besar karyawannya untuk WFH. Ada pula yang WFH sebagian, artinya meskipun pada sebagian besar waktunya seseorang bekerja di rumah.. namun pada saat tertentu ia juga masuk kantor. Atau ada kantor pemerintah atau perusahaan yang yang meminta sebagian karyawannya untuk masuk dan sebagian lain bekerja di rumah secara bergantian.

Kebiasaan bekerja di kantor yang tiba-tiba harus bekerja di rumah, tentu menimbulkan masalah tersendiri yang memerlukan penyesuaian. Beberapa kendala pasti muncul, terutama pada awal-awal, katakan minggu pertama. Walaupun kemudian, menjadi terasa mudah kalau sudah terbiasa. Oleh karenanya perlu beberapa strategi, baik yang berkaitan dengan cara kerja maupun sikap mental.

Baca Juga  Outbound Kalteng: Perlukah Karyawan Perusahaan Outbound?

Bagaimana mensiasati WFH? Ada banyak strategi yang ditawarkan dan menjadi alternatif bagi para pekerja kantoran yang harus mengerjakan pekerjaan di rumah. Khusus bagi Anda yang berdomisili di Kalimantan, atau Anda yang berbahasa Banjar, ada e-book inspiratif tentang bagaimana strategi dalam WFH ini, yang… tentu saja disajikan dalam Bahasa Banjar.

Bagi yang bukan pengguna Bahasa Banjar, ebook ini tetap bermanfaat dan boleh mengakses kok. Setidaknya menambah koleksi dan wawasan Anda, sekalian belajar Bahasa Banjar. Ebook ini juga boleh di sharing dan disebarluaskan tanpa perlu meminta ijin.

Bagaimana cara memperolehnya..? Kirim ke WA 08565188100 : mau/namaAnda/Pekerjaan/NamaKota

In syaa Allah, ebook inspiratif tersebut akan kami kirim secepatnya.

Oke?

Norman Ahmadi

Borneo Development Centre.

Author: norman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *