Outbound Sampit, Kalteng. Berapa sih idealnya, lama waktu yang diperlukan agar kegiatan outbound “berasa” atau berdampak? Satu jam, Dua Jam, Tiga Jam. Setengah Hari, seharian, dua hari, atau tiga hari? Durasi outbound tentu saja terkait erat dengan fasilitas dan biaya yang harus dikeluarkan. Namun yang lebih penting, sebenarnya adalah pada tujuan penyelenggaraan outbound.
Provider atau penyedia jasa outbound, bahkan ada yang menceritakan tentang instansi pemerintah yang minta outboundnya jangan kelamaan. Mereka hanya memerlukan foto untuk pertanggungjawaban kegiatan outboundnya. Hal ini karena mereka punya rencana atau target untuk jalan-jalan ke suatu tempat, yang secara administratif sulit dipertanggungjawabkan, kalau tidak “dibungkus” dengan kegiatan outbound.
Dalam outbound.. seberapa besar dampak yang diharapkan dari kegiatan outbound lebih tergantung kepada apa sih tujuan outbound dilaksanakan. Dan bagaimana sebuah instansi atau perusahaan melaksanakan outboundnya, termasuk memilih provider yang sesuai, tergantung pada ketersediaan anggaran yang tersedia. Tujuan dan anggaran tentu terkait erat, kalau anggarannya Cuma untuk outbound beberapa jam, mana mungkin dilaksanakan sehari atau dua hari.
Jika Tujuan outbound Cuma untuk refreshing atau gathering dalam konsep “yang penting heppi”, ya.. kegiatan outbound selama dua tiga jam sudah memadai. Isinya yang penting peserta dibuat gembira… permainannya pun hanya seputar Fun Game saja. Namun, jika tujuan outbound adalah dalam hal yang lebih serius, maka durasi waktu seperti itu, tentu saja tidak memadai.

Yang disasar dalam kegiatan outbound sebenarnya adalah perubahan perilaku peserta. Sebagai sebuah metode pembelajaran, outbound memang lebih memberi dampak secara efektif untuk hal ini dibandingkan dengan teori di kelas. Hal ini karena outbpund sebenarnya dapat menjadi “cermin” dari perilaku seseorang di dunia nyata, termasuk di pekerjaannya. Meskipun dalam outbound juga dapat menjangkau kemampuan teknis (skill) namun ini sebenarnya cukup sulit dilakukan kecuali dalam kegiatan outbound yang sifatnya training.
Lalu berapa sebenarnya waktu yang diperlukan untuk kegiatan outbound yang dapat merubah perilaku atau sikap peserta? Minimal sehari semalam penuh alias dua puluh empat jam. Tentu saja lebih lama lebih baik, katakanlah dua hari atau tiga hari. Dengan durasi yang cukup panjang ini, proses pembelajaran dengan skenario menggunakan game yang sesuai akan dapat dilaksanakanan secara utuh.
Itu pun juga harus ada kedisiplinan peserta dan kemampuan provider outbound dalam meracik permainan dan proses pembelajarannya, sehingga dapat membuat perubahan sikap. Pelaksanaan semua proses secara utuh sesuai dengan tujuan outbound merupakan keharusan. Kerap yang menjadi kendala utamanya adalah ketika provider outbound harus mengikuti maunya pengguna, supaya para peserta senang. Padahal ini justeru dapat membuat tujuan kegiatan outbound tidak tercapai.
Okay?
Sampit 032020