Peserta Minta Nambah (Catatan Pelatihan Communication Skill untuk Manajer)

Pelatihan SDM Sampit, Kalteng.

Kali ini cerita tentang pelatihan komunikasi. Dimana BDC Training dipercaya  Minamas Training Center untuk memberi materi tentang Keterampilan Komunikasi. Bedanya… jika selama ini BDC Training melalui fasilitatornya memberi materi di Training Centre atau TC-nya minamas, kali ini pelatihannya langsung di perkebunan sawit, tempat operasional. Selain itu, jika selama ini yang difasilitasi adalah para calon asisten ataupun asisten muda, kali ini pesertanya adalah para manajer.

Bertema “How to Manage Millenials” pelatihan ini menelaah tentang kesenjangan komunikasi di perkebunan sawit, terutama berkenaan dengan kesenjangan antar generasi. Lebih tepatnya berkenaan antara generasi baby boomer sampai dengan generasi “y” dengan generasi millenial. Banyak kendala yang ditemukan dalam hal ini, mulai berkaitan dengan media yang paling banyak digunakan dari masing-masing generasi sampai pengaruhnya pada pemikiran dan perilaku, yang ternyata juga menghasilkan kesenjangan alias gap dalam budaya.

Maka pilihannya adalah bagaimana memahami pola pikir dan perilaku generasi milenial tersebut. Sebab dengan perkembangan dan situasi yang dihadapi, generasi milenial memiliki perilaku yang khas seperti cenderung pragmatis, lebih individualis, dan ingin serba cepat. Dari kekhasan ini, selain bersifat positif juga memiliki beberapa kekurangan. Misalnya saja dianggap oleh generasi diatasnya sebagai generasi yang mementingkan penampilan, bekerja sesuai perasaan alias mood, hingga dianggap sebagai generasi yang tidak tahan banting. Selain juga dianggap kurang memiliki komitmen yang kuat, serta dianggap terkadang mengabaikan tata pergaulan atau etika.

Pada sisi lain, kalangan milenial menganggap generasi diatasnya kurang memberikan kepercayaan kepada mereka.  Cenderung meminta mereka untuk harus mengikuti cara kerja dari generasi sebelumnya yang merasa telah teruji dan lebih berpengalaman. Yang dari kesenjangan ini harus ada titik temunya. Dan titik temunya adalah upaya untuk generasi yang lebih senior untuk lebih memahami generasi milenial dengan pendekatan yang soft dan tidak terkesan menggurui.

Baca Juga  Perlunya Materi Soft Skill bagi Lembaga Pelatihan dan Perguruan Tinggi

Untuk itu dalam pelatihan communication skill ini disisipi tekni building rapport ala NLP (Neuro-Linguistic Programming). Yang seperti diketahui teknik ini terbukti efektif untuk membangun hubungan dan menyelaraskan komunikasi. Dalam teknik ini digunakan dua langkah pokok yakni pacing dan leading. Untuk pacing sendiri dapat dipilih teknik mirroring maupun macthing.

Oleh karena ada kecenderungan dalam dunia perkebunan ataupun dunia kerja lainnya ada muncul beban emosi yang berkaitan dengan pekerjaaan atau lainnya, dalam pelatihan juga diberikan pengenalan EFT (Emotional Freedom Technic). Seperti diketahui beberapa gejala sakit sebenarnya lebih disebabkan oleh emosi yang lazim disebut sebagai psikosomatik. Nah EFT terbukti bekerja efektif untuk mengatasi ini.

Merasa senang dengan materi pelatihan, para manajer perkebunan kelapa sawit tersebut rupanya meminta kepada panitia agar pelatihan ini ditambah durasinya. Iya..sih benar juga. Keterampilan komunikasi akan lebih santai jika diberikan dua hari.. hehehe… padahal kepada fasilitator BDC Training, peserta juga meminta agar pelatihan sejenis diberikan pada level karyawan yang lain.

Nah,  jika Anda atau pun organisasi Anda memerlukan pelatihan communication skill atau keterampilan komunikasi, silakan menghubungi BDC Training. Kami siap melayani Anda yang ada di Banjarmasin, Palangkaraya, Pangkalan Bun, Medan, Yogyakarta, Balikpapan, Banjarbaru, Pelaihari, Martapura, Buntok, Makassar, atau pun kota besar lainnya di Indonesia. Di Kalsel, Kalteng, Kaltim, ataupun provinsi lainnya.

Sampai jumpa. Salam hebat Bermanfaat.

Author: norman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *