Pentingnya BUMDesa dalam Meningkatkan PADesa

Pelatihan Desa Sampir, Kalteng

Peranan BUMDesa sebagai motor penggerak perekonomian desa sudah tidak ritagukan lagi. Meskipun pada kenyataannya, banyak desa yang belum  membentuk BUMDesa. Bakhan tidak sedikit yang sudah dibnrtuk tersebut, nasibnya bagai kerakap tumbuh di batu. Hidup segan mati tak mau, alias mandek jalan di tempat. Bahkan ada beberapa yang kemudian bangkrut gulung tikar.

Ada beberapa hal utama yang menyebabkam gagalnya bumdesa untuk berkembang dan maju, pertama adalah masalah kemamouan sumberdaya manusia pengelola BUMDesa.Kedua, berkenaan dengan perencanaan dan pengelolaan BUMDesa, dan yang ketiga adalah pola pembinaan dan pengembangan BUMDesa yang selama ini tidak jelas. Ketiganya saling berkaitan dan secara simultan menentukan hidup dan matinya BUMDesa.

Kita mulai dengan kemampuan sumberdaya manusaia. BUMDesa yang sukses biasanya ditangani oleh mereka yang berbakat dan mempunyai kemampuan dalam mengelola BUMDesa. Dalam konteks ini, ada tiga aktor penting yang berperan dakam kemajuan BUMDesa, yakni kepala desa yang merupakan pembina BUMDesa. Lalu Pengelola Bumdesa yang tidak lain adalah direktur BUMDesa beserta anak buahnya. Dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Jangan kesamoingkan BPD dalam pengelolaan BUMDesa.

Legislatif atau parlemen di tingkat desa ini mempunyai peran yang sangat penting dalam kemajuan BUMDesa. Mulai dari pembentukannya, BPD memegang peran yang menentukan. Sebab  pembentukan BUMDesa dimlai dengan musyawarah desa (Musdes) yang merupakan ranah atau kewenangan BPD. Begitu pula dengan kegiatan lainhya seperti persetujuan penyertaan modal dan seterusnya, tidak bisa meninggalkan BPD.

Sayangnya tidak semua aktor atau pelaku yang menentukan kemajuan BUMDesa ini memiliki pemhamaman dan kemampuan mengelola BUMDesa yang memadai. Bankan banyak yang tidak mengetahui perannya, posisinya, dan juga tanggyngjawabnya dalam pengelolaan BUMDesa. Hal ini disebabkan antara lain oleh minimnya pengetahuan dan keterampilan, yang kemuadian menciptakan sikap yang tidak jelas terhadap BUMDesa. Ini antara lain juga dipicu oleh pola-pola pelatihan dan pendampingan BUMDesa yang selama ini jauh panggang dari api alias kurang memadai. Baik dilihat darui metode maupun materu pelatihannya.

Baca Juga  Pentingnya Prioritas Pembangunan Daerah

Perencanan bisnis BUMDEsa yang tidak jelas, termasuk pemilihan jenis usaha yang tidak tepat juga menjadi kendala tersendiri. Akibatnya pengelolaan atau manajemen bisnis BUMDwsa pun menjadi tidak punya arah dan tidak jelas mau dibawa kemana. Bahkan ada yang mengatakan bahwa pengelola BUMDesa tidak perlu digaji dan hanya mendapat insentif atau bagian ketika BUMDesa untung. Padahal tidak ada bisnis yang dikelola sambil lalu yang sukses. BUMDesa harus dikelola serius dan profesional.

Bintek Bumdes Sebungsu Kotim Seruyan Katingan Kalteng

Berkenaan dengan permasalah tersebut, Desa Sebungsu di Kabupaten Kotawaringin Timur mengadakan kegiatan oembinaan teknis (bintek) oengelola BUMDesa bertajuk “BUMDes Sukses, PADes Beres”. Acara yang diikuti 15 peserta dari unsur pemerinah desa, BPD, dan calon pengelola BUMDesa itu dilaksanakan selama sehari dengan mengambil tempat di Balai Desa Setempat. BIntek yang dibuka Kades Sebungsu tersebut  berisi materi tentang Prinisp Dasar BUMDesa, Pengkajian Potensi Desa, Pemilihan Jenis Usaha BUMDesa, Penyusunan Perencanaan BIsnis dengan BMC, Anakisa Ussaha, serta Pelaporan dan Pertanggungjawaban BUMDesa.

Jadi, jika desa atau daerah anda memerlukan pelatihan perdesaan terutama tentan Bumdes, atau perusahaan Anda memerlukan training sila menghubungi kontak kami,

 

Author: norman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *