Kepemimpinan dan Teori Kemunculannya

Leadership Training, Sampit, Kalteng

Kepemimpinan adalah proses mengarahkan dan atau mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian kepemimpinan adalah cara memimpin atau perihal pemimpin. Secara harfiah, kepemimpinan berasal dari kata “pimpin” yang artinya mengarahkan, membina, mengatur, menuntun, menunjukkan, atau memengaruhi. Kepemimpinan juga diartikan sebagai hubungan yang erat antara seorang dan kelompok manusia karena mempunyai kepentingan yang sama.

Ada banyak teori tentang terbentuknya pemimpin. Namun terdapat tiga jenis teori kepemimpinan yang populer yakni Great Man theory, Theory Gaya dan Prilaku, serta Trait Theory. Great Man Theory menyatakan kepemimpinan lahir sebagai bakat dan dibawa oleh seseorang semenjak dia lahir. Meskipun teori ini sudah tidak diikuti sepenuhnya, teori ini cukup bersejarah. Hal inilah yang juga memengaruhi sistem pemerintahan monarkial.

Teori Gaya dan Perilaku, berbeda dengan Great Man Theory, menekankan bahwa kepemimpinan bukanlah hal yang dibawa sejak lahir. Namun, ini tumbuh dan berkembang dalam diri seseorang seiring waktu dengan pengalaman kepemimpinan, menghadapi tantangan dalam organisasi, dan evaluasi terus menerus, menciptakan pemimpin yang berkarakter. Sedangkan Trait Theory menegaskan kepemimpinan akan lahir apabila beberapa karakter atau sifat diajarkan secara dini. Artinya, untuk menciptakan pemimpin yang baik diperlukan analisis karakter dan pembentukan mental, fisik, serta emosi yang dipercaya dimiliki oleh para pemimpin yang baik.

Inti dari kepemimpinan adalah kesediaan orang-orang untuk mengikutinya. Artinya, kebersediaan orang-orang di sekitarnyalah yang menjadikan seseorang menjadi pemimpin. Seorang pemimpin harus memiliki daya tarik dan daya ikat untuk membuat orang-orang yang berada di sekitarnya rela dan senantiasa mau, bahkan termotivasi untuk selalu mengikuti arahan dan permintaannya.

Orang-orang (termasuk anggota organisasi) mengikuti seorang pemimpin karena mereka menganggap pemimpin itu dapat menyediakan alat untuk mencapai hasrat, keinginan, dan kebutuhan mereka sendiri. Sehingga seorang pemimpin  bisa  tidak memiliki jabatan atau diberikan wewenang, tetapi mempunyai pengaruh dan diikuti. Inilah yang membedakan pemimpin dengan pimpinan alias atasan atau bos.

Baca Juga  Antara Pemimpin dan Kepemimpinan

Dengan demikian maka ada dua hal pokok yang harus kita fahami, Pertama bahwa kepemimpinan itu tidaklah cukup hanya dengan terjadi kebetulan. Para pemimpin muncul karena memang diciptakan melalui pelatihan dan penggembelengan yang konsisten dan berkelanjutan. Sehingga jika kita ingin organisasi kita, baik itu perusahaan ataupun pemerintahan ingin terus maju dan langgeng, perhatian untuk menciptakan pemimpin masa depan adalah hal penting yang harus dilakukan.

Yang kedua, kepemimpinan tidak berarti apa-apa tanpa kesukarelaan orang dibawahnya untuk mengikutinya. Atau skepemimpinan bukanlah kedudukan tetapi tindakan dan pengaruh.  Jika seorang pemimpin diikuti hanya karena kedudukan dan kewenamgan yang melekat pada kedudukan itu, ia belum menjadi pemimpun. Melainkan baru jadi pimpinan. Sehingga pimpinan bukanlah pemimpin yang sebenarnya, walaupun menjadi pimpinan dapat menjadi modal awal menjadi pemimpin.

Nah jika perusahaan atau instansi Anda memerlukan pelatihan kepemimpinan alias leadership, sila menghubungi kontak kami. Tersedia paket pelatihan level supervisor, asisten, dan manajer yang materinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi Anda. Selain itu Borneo Development Centre juga mengadakan pelatihan tentang Situasional Leadership, Transformasional Leadership, dan Spiritual Leadership. Bahkan untuk mahasiawa dan siswa tersedia paket LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa) dan LDKM (Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa) yang merupakan perpaduan antara kegiatan di kelas dan di luar ruang (Outbound).

Author: norman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *