Training Komunikasi, Sampit Kalteng.
Ketika kuliah dahulu, ada dua kata yang sering saya bingung dibuatnya. Yakni “metode” dan “teknik”. Dikaitkan dengan ilmu komunikasi, maka menjadikan bingung saya tambah menjadi karena kata itu menjadi lebih kompleks yakni “metode komunikasi” dan “teknik komunikasi”. Pun jika diaplikasikan dalam komunikasi terapan maka bisa saja kata-kata tersebut menjadi “metode penyuluhan” dan “teknik penyuluhan”. Alhasil dibagian “terminologi” atau definisi saja sudah membingunkan. Oleh karena itu semantik menjadi sesuatu yang bisa rumit sekaligus “unik”.
Pertanyaannya kemudian adalah apakah kampanye itu metode atau teknik? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) disebutkan bahwa metode adalah cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikendaki, cara kerja yang bersistem untuk memudahkan sesuatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditetapkan. Teknik adalah metode atau sistem mengerjakan sesuatu. Adapun kampanye adalah 1. gerakan (tindakan) serentak untuk melawan, mengadakan aksi, dan sebagainya. 2. Kegiatan yang dilaksanakan oleh organisasi politik atau calon yang bersaing memperebutkan kedudukan dan sebagainya untuk mendapat dukungan masa pemilih dalam suatu pemungutan suara.

Semua definisi itu menurut saya terlalu “bahasa buku” alias literatif sekali. Maka setelah mengikuti kuliah dan memahami lebih jauh tentang komunikasi saya pun membuat definisi sendari sesuai hasil tangkapan inderawi selama kuliah. Metode adalah pilihan atas cara-cara yang ada untuk melaksanakan tujuan dari sebuah kegiatan. Sedangkan teknik adalah bagaimana cara melakukannya. Berdasarkan ini maka kampanye adalah metode komunikasi. Hal ini sejalan dengan pengertian atau definisi yang saya fahami tentang kampanye, yakni digunakannya berbagai macam metode dalam suatu waktu secara bersamaan untuk tujuan untuk mendapatkan dukungan massa.
Artinya kampanye punya tiga sifat yang khas. Pertama dilaksanaan pada waktu tertentu. Kedua menggunakan bermacam pendekatan atau metode. Dan ketiga bertujuan untuk mendapat dukungan massa. Sebagai metode yang merupakan gabungan beragam metode, kampanye dilaksanakan serentak, dengan beragam pendekatan, baik yang sifatnya massa, kelompok, maupun individu. Metodenya pun beragam. Mulai dari rapat umum plus hiburan, pertemuan kelompok, ceramah, lewat media sosial, membagikan selebaran (termasuk selebaran elektronik), memasang baliho atau spanduk, hingga silaturahmi. Sampai bagi barang atau uang. Ini pengertiannya, lepas dari apakah bagi-bagi uang atau barang itu dibolehkan aturan atau tidak.

Dalam konteks komunikasi, tentu kampanye yang efektif adalah yang mencapai sasarannya paling berhasil. Dalam konteks pilkada, adalah bagaimana bagian massa terbesar mendukung sang kontestan atau peserta sehingga menang pemilihan kepala daerah. Maka yang paling penting dalam Pilkada adalah bagaimana memikat pemilih dengan “daya tarik” dari konstituen. Disini ada banyak faktor yang terlibat, selain rekam jejak calon dan kualitas pribadinya, juga bagaimana para tim sukses membuat para pemilih memilih “jualannya”. Normatif, disini juga berlaku ilmu marketing, terutama menjual isu dan ketokohan yang memiliki USP. Unique Selling Position. Apa keunggulan calon yang tidak dimiliki pesaing, yang menjadi daya tarik tersendiri.
Lalu pada akhirnya, terlepas dari adu strategi dan ataupun adu visi misi dari masing-masing kandidat, sangat diperlukan sikap masing-masing peserta untuk menunjukkan kualitas cara berkampanyenya. Dalam makna, setiap calon maupun tim suksesnya dapat menjaga diri untuk bukan hanya taat pada aturan (asas kepatuhan) tetapi juga menghormati etika (asas kepatutan). Ini jika kita ingin membangun demokrasi yang sehat dan juga ingin mendapatkan pemimpin yang tidak hanya bisa memenangkan pilkada, tetapi juga memenangkan kualitas kepemimpinan yang layak dipuji. Bagaimana pun, jabatan atau kedudukan adalah kehormatan, sehingga sudah selayaknya diperoleh dengan cara-cara yang terhormat.
Jadi, jika organisasi Anda, baik itu perusahaan atau instansi memerlukan pelatihan komunikasi dan kepemimpinan, jangan ragu untuk menghubungi lembaga kami. Dengan dedikasi dan pengalaman kami, in syaa Allah siap membantu untuk materi communication skill, public speaking, presentation skill, dan leadership. Baik di Palangkaraya, Banjarmasin, Buntok, Sampit, Pangkalan Bun, Kuala Kapuas, Balikpapan, Samarinda, Makassar, Malang, Jakarta, Surabaya, atau pun kota-kota lain di Indonesia. Terutama di Kalteng, Kalsel, Kaltim, ataupun provinsi lain, kami siap membantu. Bahkan untuk layanan inhouse training. Jangan ragu menghubungi kontak kami.
Ok. Salam Hebat Bermanfaat.