Outbound. Bagi Seorang Outbounder… kabar tentang adanya flying fox terpanjang di Asia Tenggara dan konon nomor dua di Asia tentu sangat menggoda. Emang flying fox itu cewek…. hehehe. Ya… setidaknya membuat pemasaran. Eeee..saking pemasarannya… jadi salah ketik. Seharusnya saya ketik penasaran. Kayak lagunya Rhoma Irama jaman jadul.Wk..wkk… Ketahuan dong.. kalau saya masuk golongan generasi zaman old. Jaman kini sih.. mana ada anak milenial yang kenal lagu itu. Hehehe..
Penasaran…. dari hotel pun saya berangkat ke lokasinya. Ini tentu setelah lacak dan acak-acak di gugel. Hehehe… Lumayan jauh… ganti bis sampai dua kali lalu disambung naik ojek. Sengaja sih naik angkutan umum.. pertama pengan bernostalgia dengan jaman kulian dulu.. yang kemana-mana naik angkutan umum alias bis. Kedua.. pengen tahu aja.. apakah angkutan umum di Daerah Istimewa Yogyakarta masih ada, pasca jasa transportasi onlen dan pasca aktifnya yogyatrans. Lalu ada alasan lain.. coba ngirit. Ini bisa jadi malah alasan utama kali yeeee? Hehehe….

Semua terjawab.. pertama anggkutan umum di Yogyakarta masih ada dan jalan. Namun pemakai angkutannya ternya didominasi oleh para senior alias mereka yang berumur lebih dari lima puluh tahun. Setidaknya itulah yang saya amati dalam perjalanan kali ini. Terbersit juga dalam fikiran….. apakah ini dampak dari panjang umurnya orang Yogyakarta. Maklum saja… usia harapan hidup orang Yogya adalah yang tertinggi di Indonesia. … Sttt.. tolong dicek lagi statistiknya ya?
Yang menjadi masalah.. sama juga dengan daerah lain di Indonesia, ternyata mencapai lokasi wisatanya tidak ada angkutan umum. Bis hanya sampai di jalan raya….. Sehingga untuk mencapai lokasi harus naik ojek. Pantas saja …. ketika kita dari bandara waktu datang kemarin… Sopir Taksi menyarankan agar kalau ke tempat lokasi wisata sebaiknya naik taksi atau taksi onlen saja… atau carter alias sewa mobil saja. Maka saya membayangkan beberapa waktu lalu ketika saya mengalami hal yang sama di Jawa Tengah. Ahhh… saya aja yang suka ngirit..hahahaha….
Dalam suasana gerimis.. saya tetap saja semangat diantar oleh Pak Ojek yang lumayan berumur itu.Dan setelah melewati jalan menanjak yang berkelak-kelok… saya terkesima oleh pemandangan di kanan kiri jalan yang begitu menakjubkan. Indah sekali negeri ini. Luar biasa keindahan Daerah Istimewa Yogyakarta ini. Tidak hanya budayanya yang menarik.. alamnya juga. Maka saya luar biasa berterima kasih ke Allah yang menciptakan alam negeri ini begitu indah, dan menempatkan diri saya sebagai warga negara Indonesia.
Bersyukur jadi WNI… sebab tarif untuk meluncur dengan flying fox itu beda. Kalau WNA alias warga negara asing… lebih mahal.. sekitar 25%. Itu dia… hehehe. Maka setelah disiapkan segala sesuatunya.. meluncur jua lah saya. Meski meluncur diatas tali dengan ketinggian 17 sampai 25 meter dari tanah dan hanya tergantung pada kawat baja alias slink… perasaan biasa saja.. tetapi terus menikmati keindahan alam… yang bagi saya luar biasa. Indonesia memang beautiful full…..
Setelah mendarat dan diantar kembali ke tempat tadi meluncur, dalam perjalanan… iseng saya bertanya tentang pengelola tempat wisata itu dan siapa pengelola flying fox yang di internet begitu viral itu. Ternyata.,… tidak saya duga… pengelolanya adalah Badan Usaha Milik Desa alias Bumdes. Luar biasa… dan saya pun bertanya dalam hati : kapan ya di Kotim atau di Kalteng ada bumdes yang seperti ini?