Bintek Perencanaan Pembangunan Desa Kotim Seruyan Kobar (Kalteng)

Workshop Perencanaan Pembangunan Desa di Kotim dan Seruyan, Kalteng

Ada yang mengatakan bahwa perencanaan adalah separuh dari keberhasilan untuk mencapai sebuah tujuan. Lebih kurang bermakna sama dengan yang berujar bahwa bahwa keberhasilan dimulai dari perencanaan. Oke lah… perencanaan memang penting. Maka pertanyaannya kemtu teerudian adalah, kenapa perencanaan itu penting?

Pertama karena sumberdaya itu terbatas, sementara upaya pencapaian tujuan tidaklah mudah. Sehingga bagaimana memanfaatkan seoptimal sumberdaya yeng tersedia seperti waktu, anggaran, dan lainnya, harus dibuat seefektif mungkin. Kalau tidak ada perencanaan yang matang, fokusnya bisa berubah dan terombang-ambing oleh perkembangan. Tujuan pun bisa berbelok arah sumberdaya bisa berhamburan kemana-kemana.

Kedua, adalah langkah atau tindakan yang diambil telah ditetapkan dan terukur. Maksudnya bagaimana dengan sumberdaya dan potensi yang dimiliki memiliki arah dan tahapan yang jelas, sesuai dengan perkembangan yang terjadi. Sehingga pengerahan sumberdaya terarah dan jelas waktunya (timeline). Terukur akhirnya, setiap tahap tersebut dapat diprediksi, dapat dievaluasi, dan dikoreksi dengan ukuran tertentu secara jelas dan tepat. Dalam manajemen jelas disebutkan bahwa sesuaru yang dapat diukur akan dapat dikendalikan dan sebaliknya yang tudak dapat diukur tidak dapat dikenadalikan,

Ketiga, agar pencapaan tujuan itu dapat dibuktikan.  Sehingga perencanaan selain menjadi rujukan atas apa yang dilakukan juga menjadi semacam buku rappor atas pelaksanaan rencana tersebut. Dari sinilah seorang kepala desa kemudian dapat mengklaim, apakah selama kepemimpinannya, apa yang dia janjikan waktu mencalonkan diri, sudah tercapai atau tidak. Demikian pula Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan masyarakat desa.

Dalam pelatihan selama tiga hari, akan dibahas bersama materi tentang pengertian dan prinsip serta tujuan pembangunan desa, regulasi perencanaan pembangunan desa, mekanisme musyawarah desa (mudedes) dan musyawarah perencanaan pembangunan desa (musrenbangdesa), penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDesa), Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (TKPDesa), hingga bagaimana menentukan prioritas pembangunan desa, dan mentransformasi RKPDesa menjadi APBDesa.

Baca Juga  Musrenbangdes.APBD Kabupaten, dan Kemauan Politik.

Dengan pendekatan pembelajaran yang asik berbasis kompetensi, setiap peserta workshop BDC akif berpartisipasi dalam melihat studi kasus dan simulasi atau praktek. Dengan pembelajaran aktif (actine learning) ini, peserta akan lebih bersemangat dan lebih memahami tentang perencanaan pembangunan desa.

Lalu siapa saja yang semestinya ikut dalam workshop ini? Kepala Desa dan perangkat desa, lalu anggota BPD, anggota LPMD, Kader Pembangunan Manusia Desa, Pendamping Desa, dan siapa saja yang tertarik dengan perencanaan pembangunan desa.  Dan tentu saja, tidak hanya di Kotim dan Seruyan, workshop ini dapat dilaksanakan, tetapi juga di kabupaten/kota seluruh Kalteng. Juga di Kalsel.Kaltim, dan Kaltaea. Segera hubungi kami…..

Author: norman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *