Outbound Sampit, Kalteng.
Sebagai sebuah metode pembelajaran, experiential learning (EL) atau yang populer disebut outbound menjadi alternatif dalam pengembangan sumberdaya manusia di Indonesia. Baik di perusahaan, instansi, lembaga pendidikan, maupun organisasi lainnya.
Dalam outbound, kegiatan pembelajaran disimulasikan dalam bentuk permainan atau game, sesuai dengan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai dalam kegiatan outbound. Dan karena sifatnya permainan, maka dalam outbound suasana akan dibuat segembira mungkin. Sebab dalam suasana gembira, gelombang otak berada pada frekuensi alfa sampai tetha, yang menyebabkan orang gampang menerima pesan dengan kritik yang minimal atau bahkan tidak ada.

Ada beberapa kemampuan yang ditanamkan dalam kegiatan outbound, diantaranya adalah kerjasama, komunikasi, kepemimpinan, pemecahan masalah, hingga berfikir kreatif. Hal ini dapat digabungkan namun untuk lebih fokus biasanya diarahkan pada tujuan yang spesifik, misalnya membangun kerjasama tim.
Ini Keterampilan yang tidak kalah penting untuk ditanamkan. Menurut Setyosari, 2009), kerjasama sebagai unsur penting untuk dikembangkan karena dapat menanamkan keterampilan sosial, kemampuan menghargai serta bertanggungjawab.
Ini baru satu sisi dari outbound yang dikembangkan, padahan kegiatan outbound tidak hanya satu aspek saja. Kegiatan outbound biasanya berdampak lebih luas, apalagi jika pemandu atau penyedia jasa menguasai aspek pengembangan sumberdaya manusia.
Menurut Mulyono dan Badiatul Muchlisin (2008), manfaat dari kegiatan di alam terbuka (outbound) meliputi komunikasi efektif (effective communication), pengembangan tim (team building), pemecahan masalah (problem solving), kepercayaan diri (self confidence), kepemimpinan (leadership), kerja sama (sinergi), permainan yang menghibur dan menyenangkan (fun games), konsentrasi/fokus (concentration); serta kejujuran/ sportivitas.
Pernyataan ini menunjukkan luasnya manfaat kegiatan outbound.
Lalu…. bagaimana dengan outbound tematik, apa itu?
Outbound tematik adalah outbound yang disusun dengan program pembelajaran yang mengarah pada tema atau topik tertentu dalam sebuah kegiatan outbound sesuai dengan tujuannya. Sehingga ada semacam skenario permainan, dimana setiap unsur dari kegiatan outbound tersebut difokuskan untuk mendukung tema tersebut.

Misalnya saja ada sebuah perusahaan property, yang ingin melatih keefektifan manajemen pemasarannya. Setelah berkoordinasi dengan penyedia jasa (provider outbound) disusunlah sebuah tema outbound dengan konsep “Menjual Rumah kepada Keong”. Ini unik bagi tim pemasaran sekaligus penuh tantangan.
Atau jika ada perkumpulan guru yang ingin mengadakan outbound, namun ingin ada sesuatu yang berbeda dengan kegiatan tersebut, maka disusun kegiatan outbound yang spesifik. Misalnya bertajuk “Guru Idaman Sepanjang Jaman”.
Kabar baiknya, BDC Training & Outbound di Sampit, Kalimantan Tengah, telah menyediakan kegiatan outbound tematik, sesuai dengan kebutuhan instansi, perusahaan, dan organisasi Anda. Siap berdiskusi dan berkoordinasi sesuai sasaran yang ingin dicapai.
Asyik kan?
Norman Ahmadi
Trainer, Outbounder, Public Speaker