Contoh Naskah Public Speaking (2) : Membangun Ekonomi Keluarga Melalui Dasa Wisma

Public Speaking, Sampit, Kalteng. Berikut contoh Public Speaking untuk Dharwa Wanita dan PKK.

Assalamualaikum wr.wb…..Salam Sejahtera untuk kita semua

Yang terhormat Bapak Kepala Desa …..

Yang yang terhormat para pembina PKK Desa….

Yang terhormat para pengurus dan anggota PKK Desa…….

serta hadirin yang saya muliakan…

 

Puji syukur kita panjatkan kepada Allah Swt., Tuhan yang Mahaesa, yang atas berkat rahmat dan iradat-Nya kita semua dapat berkumpul pada kesempatan ini.

Senang sekali bertemu dengan ibu-ibu semua, yang penuh semangat dan berbahagia.  Dan pada kesempatan yang baik ini marilah kita bersama menelaah dan merenungkan, bagaimana gerakan bersama para ibu dapat membangkitkan kekuatan ekonomi secara luar biasa?

Ada Gerakan luar biasa  d dunia ini  yg justeru dari kumpulan ibu-ibu miskin, bahkan beberapa diantaranya berprofesi sebagai pengemis. Dengan semangat kerjasama mereka.  Mereka berhasil membangun kemandirian ekonomi yang luar biasa.

Kelompok ibu-ibu di Nairobi, Afrika. Kelompok yang bernama “Jamii Bora” yang artinya “keluarga baik” itu, didirikan tahun 1999. Dimana delapan tahun kemudian atau  pada tahun 2007 telah melindungi 120.000 lebih anggotanya dengan asuransi kesehatan lengkap.  Termasuk penyakit menular dan biaya persalinan.

Bahkan dikabarkan,  kelompok ini telah membeli 118 hektar tanah dan dengan dana sekitar 37,5 Triliyun Rupiah mereka akan membangun perumahan sekitar 2.000 unit, lengkap dengan infrastrukturnya.

Hadirin yang berbahagia,

Seperti kita ketahui, Dasawisma itu terdiri atas dua kata yaitu dasa dan wisma. Dasa artinya sepuluh dan wisma artinya rumah atau keluarga. Dasa wisma itu adalah kelompok yang anggotanya terdiri dari sepuluh sampai dua puluh keluarga yang  bertetangga dalam lingkungan RT sebagai wadah kerjasama dan silaturrahmi  antar keluarga.  Dasawisma ini sering disingkat dengan istilah “dawis”.

Baca Juga  Pelatihan Komunikasi Area Sampit Palangkaraya dan Banjarmasim

 

Dasa wisma inilah yang banyak berperan langsung.   Dasa Wisma inilah wadah, tempat kita bekerja sama dalam rangka memberdayakan keluarga kita masing-masing…  Dengan bergabung di Dasa Wisma.. kita dapat bertukar informasi… saling belajar..menyambung silaturrahmi… dan saling mengingatkan akan hal-hal yang dianggap penting… dan saling bantu dalam mengatasi masalah bersama atau mencapai tujuan bersama.

Ibu-ibu dan juga bapak-bapak, hadirin yang saya hormati,

Banyak sekali kegiatan yang dapat dilaksanakan di Kelompok Dasa Wisma. Misalnya mengadakan pertemuan rutin seminggu sekali… setengah bulan sekali… atau sebulan sekali. Dalam pertemuan ini, selain bisa diisi dengan arisan dan pengajian atau kebaktian… bisa juga diisi dengan diskusi..penyuluhan kesehatan… penyuluhan penataan keluarga… belajar membuat kue.. cara mengasuh anak… dan sebagainya. Juga bisa saling tukar menukar keterampilan… Mengatasi masalah lingkungan seperti sampah dan lainnya… Termasuk mendorong bapak-bapak untuk bergotong royong dalam menghadapi masalah bersama yang dapat diatasi sendiri di lingkungan masing-masing. …

Ibu-ibu,  para Undangan, dan hadirin yang terhormat.

Jika tadi diawal kita bicarakan tentang Kelompok Jamii Bora yang sangat fenomenal. Pertanyaannya kemudian, adalah: “

Bisakah kita meniru seperti yang dilakukan Kelompok “Jamii Bora”tersebut?

Jawabannya tentu saja Bisa.

Kelompok Jamii Boora mengharuskan setiap warganya menabung. Sehingga setiap anggota ”Jamii Bora” memiliki tabungan yang tercatat dalam buku tabungan kelompok  yang selanjutnya disimpan sebagai tabungan kelompok di Bank.  Uang tabungan ini boleh dipinjam untuk keperluan usaha anggota. Jumlahnya tergantung pada  jumlah tabungan yang dimiliki oleh anggota yang bersangkutan. Tidak banyak-banyak. Maksimal hanya dua kali dari jumlah tabungan.

Jadi kalau punya tabungan di kelompok 200 ribu, maka anggotanya hanya boleh meminjam sebanyak 400 ribu. Jumlah ini kelihatan kecil, tetapi sangat menolong untuk modal usaha dan mencegah dari terkena hutang di rentenir.

Baca Juga  Mengatasi "blank" dalam Public Speaking

Dari modal usaha yang berasal dari tabungan inilah, Kelompok “Jamii Bora” dapat menjadi besar dan kuat. Dan itu tidak mustahil dapat dicapai oleh Kelompok Dasa Wisma kita.  Andai dalam RT ini ada 20 anggota Dasa Wisma dan setiap bulan rata-rata menabung sebesar Rp 50 ribu, maka dalam sebulan sudah terkumpul satu juta rupiah. Dalam lima tahun menjadi enampuluh juta… Banyak kan?

Bayangkan…. kalau dalam satu desa kita ada sepuluh kelompok dasa wisma… Itu artinya dalam lima tahun dapat terkumpul anggaran 600 juta rupiah. Jika ini kita laksanakan..maka kelompok Dasawisma di desa kita bisa membangun swalayan sendiri. Luar Biasa kan?

Itu hanya contoh. Yang Pasti… mari kita membentuk kelompok Dasa Wisma secepatnya. Kalau sudah terbentuk segera didaftarkan ke PKK Desa untuk di buat Surat Keputusan Penetapannya. Dan bagi yang sudah ditetapkan…..mari kita bersama-sama menggerakkannya untuk kemajuan kita bersama. Sehingga kesejahteraan bersama dapat kita raih sebagai ibadah kita semua.

Akhirnya…. mari kita  menggerakkan Dasawisma di masing-masing lingkungan kita untuk kemajuan bersama.

Terimakasih atas perhatiannya.  Sukses untuk kita semua. Salam Dasa Wisma.

Wassalamualaikum wr.wb.

Itulah contoh naskah pidato PKK. Jika ada Tim Penggerak PKK di Kalsel, Kalti, Kalteng ataupun provinsi lain yang ingin mengadakan pelatihan public speaking, silahkan hubungi kontak kami. Kami siap mebantu untu Sampit, Banjarmasin, Palangkaraya, Buntok, Pulang Pisau, Kapuas, Samarinda, atau Balikpapan. Kami bersedia membantu.

Author: norman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *