PROYEKSI USAHA DALAM BUMDES

Pelatihan Bumdes Kotim, Kalteng

Untuk sukses, sebelum memulai bisnisnya, Bumdes harus menghitung dahulu proyeksi  usahanya. Ini tidak lain agar usaha yang akan dijalankan sudah dapat ditinjau kemungkinan ke depannya, sekaligus jadi alat evaluasi saat Bumdes atau Bum Desa sudah berjalan.

Proyeksi merupakan gambaran masa depan keadaan usaha dalam waktu atau priode tertentu, terutama berkaitan dengan keuangan usaha. Adanya gambaran demikian akan melihat apakah usaha yang akan dijalankan itu sesuai dengan harapan atau tidak, terutama menyangkut biaya dan pendapatan usaha.

Sangat penting diperhatikan dalam menyusun proyeksi dan analisa usaha adalah data yang valid dan memperhitungkan perkembangan yang dapat terjadi secara realistis.

  1. Proyeksi Investasi

Sebutan lain untuk investasi adalah modal awal. Apa saja modal awal yang diperlukan untuk memulai usaha agar usaha itu dapat berjalan perlu diinventarisir atau diketahui satu persatu. Besaran investasi akan menentukan pengembalian modal, sehingga akan menentukan kelayakan usaha.

Bumdes, selain mengejar keuntungan usaha (benefit), juga memiliki nilai sosial bagi masyarakat desa. Oleh karena itu, jika memang ada masalah penting yang berkaitan dengan bumdes yang sangat diperlukan warga desa, tidak apa investaso besar dan pengembalian modalnya agak lama, asalkan kegiatan usaha itu dapat menutupi biaya operasional. Disini pentingnya menyusun proyeksi usaha yang kita bahas sebelumnya.

Dalam konteks bisnis, bumdes semestinya dapat menemukan usaha yang memberi keuntungan (benefit) yang tinggi dengan tetap memperhatikan nilai manfaat keberadaannya dalam kehidupan masyarakat desa. Dengan keuntungan yang tinggi, investasi cepat kembali, memungkinkan bumdes mengembangkan usaha sehingga dapat menghasilkan keuntungan yang tinggi. Jika ini terjadi akan dapat menyumbang pada Pendapatan Asli Desa dan memberi dampak sosial lain bagi masyarakat desa.

Baca Juga  Bahasa Rakyat dan Bahasa Langit

Agar investasi atau modal awal tidak begitu besar, bumdes dapat menempatkan diri sebagai pengelola asset desa untuk usahanya. Atau membuat usaha yang memanfaatkan asset desa. Usaha penyewaan balai desa menjadi tempat hajatan (pesta perkawinan) adalah contoh untuk ini. Atau bumdes mengelola pasar desa dan parkir yang terkait dengan pasar desa.

  1. Proyeksi Biaya

Kalau investasi membicarakan tentang apa saja yang diperlukan agar usaha dapat berjalan, biaya membahas tentang korbanan (input) apa saja yang diperlukan dalam menjalankan usaha bumdes. Biaya ini meliputi biaya apa saja yang harus dikeluarkan agar bumdes dapat menghasilkan produk atau layanan. Misalkan saja, untuk dapat melayani warga dalam pengelolaan sampah desa, biaya apa saja yang harus dikeluarkan. Mulai dari upah/gajih, biaya bahan bakar untuk alat angkut sampah, biaya pemrosesan sampah, dan lainnya.

Secara umum, biaya terbagi atas biaya tetap (fixed cost) dan biaya tidak tetap (variable cost). Biaya tetap adalah biaya yang dikeluarkan tanpa memandang jumlah produksi, misalnya penyusutan kendaraan dan sewa gedung. Sedangkan biaya variabel adalah biaya yang harus dikeluarkan sesuai dengan jumlah produksi atau layanan. Misalnya semakin banyak sampah yang diangkut, maka  mobil pengangkut harus lebih sering mengangkut sampah, sehingga biaya pembelian bahan bakar minyak menjadi lebih banyak.

Gabungan antara biaya tetap dan biaya variabel ini disebut sebagai biaya total atau total cost. Biaya ini harus diperhitungkan dalam menjalankan usaha bumdes, baik dalam perhitungan per periode waktu, maupun dalam perhitungan per produk atau per layanan.

  1. Proyeksi Pendapatan

Pendapatan adalah hasil dari kegaiatan usaha. Pendapatan diperoleh dari selisih antara modal produksi atau layanan dengan harga jual produk atau harga layanan dikalikan dengan jumlah produksi atau layanan. Dalam menentukan jumlah produksi atau jumlah layanan ditentukan dengan besarnya daya serap pasar produk atau frekuensi layanan dalam kurun waktu tertentu, katakanlah per hari, perminggu, atau perbulan.

Baca Juga  Analisa SWOT untuk Memilih Usaha Bumdes

Sedangkan “harga jual” produk atau layanan bumdes didasarkan pada total cost atau biaya produksi keseluruhan dalam menghasilkan produk atau layanan, ditambah dengan keuntungan yang ingin didapatkan.

Memerlukan pelatihan pembangunan desa di daerah Anda? Hubungi kontak kami. Baik menyangkut peningkatan kapasitas kepala desa, peningkatan kapasitas perangkat desa, pelatihan PKK, Pelatihan Peningkatan Kapasitas BPD, ataupun pelatihan pengelolaan bumdes atau BUM Desa. Baik di Kalsel, Kalteng, maupun Kaltim dan seluruh wilayah Indonesia. Baik di Kabupaten Kotim, Kobar, Katingan, Seruyan, Lamandau, Barito Selatan, Pulang Pisau, Sukamara, Hulu Sungai Selatan, dan kabupaten lainyya. Tersedia pelatihan di tempat peserta (inhouse training), maupun di tempat lain. Secara offline maupun online.

 

Author: norman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *