OUTBOUND YANG TAK TERGANTIKAN

Outbound Sampit, Kalteng

Lama tidak melakukan outbound tidak berarti semangat outbound meredup. Bahkan semakin hari semakin menguat. Mirip rindu. Semakin hari gairah untuk outbound semakin kencang. Setiap hari bertanya-tanya, kapan ya outbound lagi? Mirip seorang kekasih yang menanti kesempatan bersua. Cie cie cie……

Sejak pandemi covid19 yang dimulai sekitar April 2020, kegiatan outbound merebut. Pingsan bahkan mungkin ada yang berpendapat sekarat. Tak ayal ini memaksa para penggiat outbound untuk banting stir… mencari strategi lain untuk tetap bertahan. Dan inilah nyatanya.. outbound yang sebenarnya sedang diuji dengan kemampan survive. Struggle for life.

Pada awalnya, situasi pandemi ini coba disiasati dengan prokes yang ketat agar outbound dapat tetap dapat berjalan. Beberapa strategi dan metode outbound, termasuk game yang dimainkan pun coba dimodifikasi,  dengan prinsip jaga jarak dan menghindari kontak fisik. Cara ini luamyan dapat berjalan, namun dengan kebijakan pemerintah yang kemudian membatasi mobilitas dan prokes yang semakin ketat, cara ini tidak panjang umur.

Pilihan kemudian adalah memindah kegiatan outbound dari dunia nyata ke dunia virtual melalui zoom misalnya.  Berbagai kreativitas dan kemampuan pengembangan outbound pun coba dijajal dan akhirnya muncul juga. Maka berjalanlah outbound via internet. Termasuk munculnya platform game dalam bentuk aplikasi yang dapat dimainkan sebagai simulasi outbound.

Pro kontra pun muncul. Ada yang berpendapat bahwa outbound secara virtual sudah mewakili kegiatan outbound. Namun ada yang menganggap bahwa outbound virtual itu mengurangi nilai dan prinsip outbound yang pada hakikatnya adalah pembelajaran luar ruang.

Diruntut dari sejarahnya, outbound dilaksanakan di alam terbuka dengan tujuan dapat membuat peserta melupakan kepenatan dan ketegangan dari aktivitas dan rutinitas kesehariannya, sehingga setelah melaksanakan outbound peserta dapat lebih segar kembali dalam aktivitasnya. Pelatihan outbound pun dapat meningkatkan rasa kebersamaan dalam lingkup team, organisasi, dan bermasyarakat.

Baca Juga  Pelayanan Prima Kalteng: Service Excellence dan Kepentingan Daerah

Di Indonesia, istilah  outbound merupakan adaptasi dari berasal dari program pendidikan di Inggris yang bernama “Outward Bound School”. Outward Bound adalah ide pendidikan inovatif yang dikreasikan oleh Kurt Hahn dari Jerman, yang telah bertahan dan berkembang selama lebih dari enam puluh tahun.

Dengan melihat sejarah dan prinsipnya sebagai pendidikan di alam alias di luar ruang, sebenarnya outbound tidak dapat tergantikan denga kegiatan virtual yang betapapun berusaha membawa kegiatan ini menjadi interaktif. Ada rasa dan beragam situasi yang tidak tergantikan. Demikian pula dengan platform berkenaan dengan konsep ini.

Jadi… tetap jaga semangat dan sehat menunggu saatnya. In syaa Allah, kita outbound lagi.

Jadi.. jika Anda dan organisasi Anda, baik organisasi bisnis (perusahaan), organisasi public (instansi pemerintah) maupun komunitas ingin melaksanakan kegiatan outbound. Silakan menghubungi kontak kami. Baik yang di Kalteng, Kalsel, Kaltim, ataupun provinsi lainnya. Baik untuk kegiatan yang dilaksanakan di Sampit, Palangka Raya, Banjarmasin, Pangkalan Bun, Martapura, Banjarbaru, Pelaihari, Barabai. Kasongan, Kapuas, Buntok, atau kota mana pun di seluruh Indonesia, kami siap melayani. Untuk kepentingan gathering (senang-senang), team building (pengembangan tim), maupun training. Kami siap bekerja sama dan membangun nilai lebih bagi organisasi Anda.

Author: norman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *