Training Karyawan, Sampit, Kalteng
Sebagian besar orang menjumpai karyawan sulit pada berbagai level yang berbeda dari hirarki perusahaan. Jarang terdapat bentuk atau fungsi kerja yang mudah dimengerti yang dapat digunakan untuk memberikan ‘tantangan/challenge’ bagi karyawan untuk menjalankannya. Kemungkinan kesulitan yang dialami ditimbulkan oleh supervisor, manajer, rekan kerja, bawahan, atau diri sendiri. Latar belakang munculnya perilaku karyawan sulit sangatlah beragam tergantung dari masing-masing individu sendiri. Untuk mengetahui kemungkinan adanya permasalahan itu dan cara mengatasinya diperlukan kesabaran dan kecermatan, serta pemahaman psikologis.
Sebelum memberi label pada seseorang sebagai orang yang sulit, cobalah untuk mencermati, apakah seseorang itu atau justeru kita yang bermasalah? Ini perlu keberanian untuk mengkoreksi diri. Apakah pembawaan kita yang bermasalah, sudut pandang atau persepsi yang berbeda atas suatu masalah, cara berkomunikasi kita, dan beban yang dihadapi oleh yang bersangkutan. Baik terkait pekerjaan, karir yang mentok, ada masalah keluarga, masalah finansial, penyakit, dan sebagainya.

Namun demikian ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi anggota tim yang sulit:
1. Pendekatan dan Pengenalan Karyawan
Untuk memahami dan mengambil tindakan, perlu menggali lebih dalam untuk mengetahui latar belakang tindakannya. Terkadang, aksi yang muncul merupakan reaksi dari aksi orang lain. Maka, penting untuk tidak langsung berasumsi atas apa yang dilakukannya. Cobalah untuk mendengarkan dan berbicara kepadanya. Tanyakan apa yang menjadi alasannya melakukan tindakan yang dianggap tidak kooperatif. Dari sini, kita bisa menggali mengenai motivasinya. Apakah perannya sudah sesuai dengan harapannya dan kemampuannya, apakah ada cara agar perusahaan dapat membantunya agar lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan kerja dan situasi yang ia hadapi.
2. Ekspektasi perusahaan
Kesulitan bekerja sama dengan orang lain bisa jadi disebabkan adanya ketidaksepahaman di antara kedua belah pihak. Hal ini bisa jadi diperburuk dengan telanjur adanya asumsi yang muncul dari label-label yang diberikan. Buatlah sebuah sesi tatapmuka berdua dengan karyawan untuk menjelaskan secara jujur mengenai ekspektasi perusahaan terhadapnya. Selain itu, berikan kesempatan bagi mereka untuk menjelaskan apa yang sebenarnya “dituduhkan” kepada mereka.
Mempraktikkan kemampuan mendengar yang utuh tanpa membuat asumsi akan membantu menemukan akar permasalahan lebih cepat.

3. Persiapkan code of conduct
Bagian dari budaya perusahaan adalah adanya Code of conduct, yakni sebuah peraturan yang memuat mengenai perilaku perusahaan terhadap setiap pemangku kepentingan, serta perilaku karyawan dalam berinteraksi dengan setiap anggotanya.Paparkan hal ini dengan jelas saat pengarahan atau breifing karyawan. Sehingga mereka akan memahami apa yang berlaku di lingkungan kerja. Upayakan untuk mengatasi masalah ini sesegera mungkin dan tuntunlah ia untuk kembali mengikuti budaya perusahaan yang sudah ditetapkan.
4. Tetap tenang dan tidak berasumsi
Menghadapi seseorang yang sulit bekerja sama memang terkadang membangkitkan emosi. Meski begitu, menunjukkannya bukanlah hal yang bijak. Banyak hal yang membuat seseorang memberontak dan sulit diajak bekerja sama. Salah satu alasan yang umum adalah merasa diperlakukan tidak adil. Sebagai karyawan, perasaan semacam ini dapat muncul. Terlebih jika lingkungan kerja sangat kental dengan senioritas.

Apabila hal itu yang terjadi, emosi tentu bukanlah jalan yang tepat untuk “mengendalikannya”. Bahkan bisa menimbulkan konflik yang tidak perlu. Sulit mencari solusi apabila penyebabnya tidak diketahui. Untuk mengetahuinya, semua dan anggota tim Anda perlu duduk bersama jika itu masalah bersama. Namun untuk kasus yang sifatnya pribadi perlu dibahas secara tatapmuka berduaan. Tetap bersikap tenang, kesampingkan emosi, dan berusaha menggali penyebab seseorang menjadi ”sulit”.
5. Rekrutmen dan Promosi
Semakin baik rekrutmen dan promosi akan semakin sedikit memunculkan karyawan yang sulit. Disinilah peran pengelolaan sumberdaya manusia menjadi amat penting dan strategis bagi perusahaan atau organisasi. Ingatlah bahwa nyawa dari organisasi adalah manusia atau orang yang ada di dalamnya.

Nah. jika Anda atau perusahaan dan organisasi yang Anda pimpin memerlukan pelatiah atau training yang berkaitan denga budaya kerja, komunikasi di tempat kerja, kepemimpinan atau leadership, dan manajemen, sila menghubungi kontak kami. Sebagai lembaga yang bergiat dalam training dan Ourbound, Borneo Development Centre siap membantu.