Manajemen Stress di Organisasi

Training Manajemen. Sampit, Kalteng

Ada banyak teori tentang manajemen stress atau cekaman. Namun secara sederhana dapat dikatakan bahwa manajemen stress adalah bagaimana mengelola tekanan fisik dan psikis di tempat kerja dengan memahami, mengendalikan, dan meredakan dampak dari stress tersebut.

Ada stress yang disebabkan dari luar seperti beban kerja yang menumpuk, target kerja yang terlalu berat, jam kerja yang ketat dan panjang, pekerjaan atau lingkungan kerja yang tidak nyaman, serta perilaku atau hubungan di tempat kerja. Namun ada pula stress dari dalam seperti kecemasan yang berlebihan, pola hidup dan pola makan yang tidak sehat, pikiran sempit, serta gaya hidup. Atau bisa juga karena sedang menghadapi masalah yang cukup berat seperti masalah keuangan atau masalah keluarga.

Manajemen stress diperlukan dalam organisasi adalah untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya penyebab stress, mencegah terjadinya stress pada individu dan organisasi secara keseluruhan, mengelola stress agar tidak menimbulkan akibat yang lebih buruk, serta memulihkan individu dan atau organisasi dari stress. Stress umunya diungkapkan secara prilaku maupun verbal, emosional sehingga dapat mengganggu komunikasi antar karyawan. Oleh karenanya, organisasi atau perusahaan harus punya strategi manajemen stress.

Organisasi yang tidak ada stress menunjukkan bahwa organisasi tersebut stagnan, tidak dinamis, dan tidak berkembang. Sebaliknya organisasi yang stressnya terlalu banyak, menunjukkan organisasi tersebut ada masalah dalam manajemen dan kepemimpinan. Dengan kata lain, stress adalah hal yang biasa dalam sebuah organisasi atau perusahaan. Sehingga perlu pendekatan untuk pengelolaan stress, baik dengan pendekatan pribadi per karyawan maupun pendekatan melalui budaya organisasi.

Ada beberapa langkah dalam mengelola stress meliputi :

1.  Identifikasi Penyebab Stress

Penting bagi HRD atau HCM di organisasi atau perusahaan untuk mengidentifijasi stress di lingkungan kerja yang  tidak hanya disebabkan oleh pekerjaan, tetapi juga oleh hal lain terkait pekerjaan seperti lingkungan kerja, transportasi dari dan ke tempat kerja, tempat tinggal karyawan, hubungan antar karyawan, dan kondisi karyawan terlait kesehatan dan lainnya. Dalam hal ini pendekatan pribadi dan kedekatan antar karyawan, termasuk kedekatan dengan atasan langsungnya sangat menentukan. Termasuk dalam hal ini adalah penghargaan terhadap gagasan, prestasi kerja, dan pengembangan karir.

Baca Juga  Pelatihan Karyawan Kalteng: Pentingnya Soft Skill di Era Digital Bagi Perusahaan dan Instansi

2.  Menyediakan Fasilitas Olahraga

Fasilitas olahraga tidak harus dibangun di dalam perusahaan, walaupun hal demikian lebih baik. Fasilitasi olahrega bagi karyawan juga tidak berarti harus membangun sesuatu yang mewah, Membangun lapangan volley ball luar ruangan merupakan contoh yang biayanya relative tidak mahal. Menyewa fasilitas olahraga di tempat lain merupakan alternatif yang baik. Yang terpenting adalah adanya jadual atau waktu olahrega untuk karyawan.

3.  Refreshing Bagi Karyawan

Refreshing bersana bisa dilakukan di dalam maupun di luar lingkungan perusahaan. Yang penting adalah suasananya berbeda dan dilakukan secara santai dengan sebisa mungkin mengurangi sekat-sekat formal. Acaranya bisa terjadual secara periodic, ataupun sewaktu-waktu sesuai kondisi. Ada baiknya dijadualkan secara rutin rekreasi bersama ke luar kantor melalui kegiatan outing atau pun putbound.

4.  Membiasakan Gaya Hidup Sehat

Membangun budaya perusahaan dengan memasukkan unsur pola hidup sehat, sangat bagus dilakulan untuk membangun pola hidup sehat di keseharian karyawan. Misalnya membiasakan olahraga bersama, tidak merokok, memasukkan pola hidup sehat dalam briefing harian, dan sebagainya.

5. Menerapkan 4A (Avoid, Alter, Adapt, Accept) dengan Teknik EFT

Stress di tempat kerja dapat disebabkan oleh pekerjaan yang tekanannya tinggi ataupun oleh keadaan yang tidak bisa diterima oleh individu tertentu yang menyebabkan gangguan pada emosinya. Emotional Freedom Technique (EFT) alias teknik penyelarasan emosi  merupakan cara untuk mengurangi dampak negatifnya.

Cara lain untuk mengurangi tekanan pekerjaan seperti ini bisa dihadapi dengan menerapkan 4A (avoid/ hindari, alter/ mengubah, adapt/ menyesuaikan, dan accept (menerima). Adapun teknisnya dapat dilakukan dengan menghindari pekerjaan yang menyebabkan stress, mengubah respon terhadap penyebab stress, beradaptasi dengan pekerjaan penyebab stress, dan menerima hal yang tak bisa diubah.

Baca Juga  Membincang Istilah Anggaran

Nah.. jika perusahaan atau instansi Anda memerlukan training tentang manajemen stress ataupun konflik dalam perusahaan, sila hubungi Borneo Development Centre melalui kontak kami.  Kami akan senang sekali bekerjasana dengan Anda.  Termasuk pelatihan karyawan ataupun corporate training dengan topik lainnya seperti lomunikasi di tempat kerja, kepenimpinan atau leadership, dan manajemen,

Author: norman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *