Pelatihan SDM Leadership, Sampit, Kalteng.
Belajar kepemimpinan itu diperlukan untuk dapat memahami bahwa kepemimpinan itu bukanlah sekedar kebetulan, yang dapat dijalankan semaunya sendiri berdasarkan atas kekuasaan atau kewenangan. Termasuk kemampuan diri dalam menimbang bisikan dan gesekan kepentingan dari orang dekat yang mencoba memanfaatkan posisi kepemimpinan itu, yang ujung-ujungnya justru membawa seorang pemimpin ke jurang kedurhakaan. Durhaka kepada Tuhan yang memberinya ijin untuk berkuasa dan durhaka kepada rakyat yang telah mengamanahinya sebagai pemimpin.
Bahwa kepemimpinan terikat oleh standar berupa aturan atau norma, itu jelas sekali. Tidak lantas karena mempunyai kewenangan sebagai pimpinan, orang seenaknya menggunakan anggaran Negara atau perusahaan untuk kepentingan diri dan orang dekatnya. Tidak lantas karena mempunyai kewenangan sebagai pimpinan, orang seenaknya memutasi atau mempromosikan atau mendemosikan pwgawai atau karyawan hanya sekendak hatinya atau para pembisik di sekitarnya. Apalah lagi mengambil kebijakan berdasar atas kepentingan transaksional.
Jika ini terjadi maka sanksi moral dan social akan diterima seorang pemimpin, seandainya sanksi hukum berhasil ia lepaskan. Bentuk sanksi yang paling nyata, sebenarnya akan terlihat dari bagaimana kemudian kebijakannya menjadi ngawur dan tidak membahagiakan rakyat, banyak proyek yang tidak jelas, dan secara keseluruhan kinerjanya organisasi yang dipimpinnya anjlok. Mereka hanya dihormati saat berkuasa dan tidak dikenang apalagi dihargai selepas mereka berkuasa. Adapun sanksi paling berat adalah dari Tuhan yang telah mengijinkan mereka berkuasa tetapi disalahgunakan. Sanksinya dunia akhirat.

Dalam hal ini seorang ahli kepemimpinan John C. Maxwell membagi level kepemimpinan dalam lima level, yakni position, permission, production, people development, dan pinnacle. Pada level position, orang mengikuti pimpinannya, hanya karena mereka atasan. Anggota tim akan bekerja sekedar sesuai keharusan saja. Energi rendah, ego masing-masing tinggi. Pemimpin tidak bisa membangun apapun dengan kondisi yang seadanya seperti ini.
Pada level permission, orang-orang mengikuti pemimpin karena mereka ingin dan menikmati. Mereka senang bekerja dengan pimpinannya dan ada didalam tim. Energi meningkat secara signifikan dibandingkan dengan level 1. Hubungan antar anggota tim berjalan baik. Pada level production, orang-orang mengikuti pimpinan karena apa yang telah dilakukannya untuk organisasi. Pimpinan telah membangun kredibilitas karena prestasi. Bersikap adil dan menjadi teladan. Promosi berjalan sesuai aturan misalnya daftar urut kepangkatan dan bukan daftar urut kepentingan. Jauh dari isu sogok menyogok, atau transaksional lainnya.
Sedangkan pada level people development, orang-orang mengikuti pemimpin karena apa yang telah dilakukannya untuk mereka. Pengembangan tim berjalan dan membuat mereka lebih baik dan lebih sukses. Pembinaan pimpinan sangat bagus. Tidak ada pegawai atau karyawan yang dibuang karena menegakkan aturan atau menentang korupsi. Prestasi dihargai dan bukan sekedar selera pimpinan. Moral pemimpin jauh dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Akhirnya pada level pinnacle. Untuk mengembangkan kepemimpinan , pemimpin disarankan untuk menganalisa pada level mana kepemimpinannya dimata orang-orang yang dipimpinnya, termasuk para pengeritiknya. Bisa jadi tingkat kepemimpinan Anda berbeda dimata orang yang berbeda, karenanya analisa ini perlu dilakukan untuk masing-masing orang/kelompok. Mendengarkan hanya mereka yang dekat atau mengelilinginya, merupakan kebutaan hati dan nurani dari seorang pemimpin. Kedewasaan pemimpin justeru ada pada keberaniannya menerima kritik dan pandangan berbeda. Bukan yang sok paling benar dan sok memaksakan kehendak.
Sekarang, organisasi atau wilayah Anda, dipimpin oleh orang yang berada pada level mana?

Jika Anda atau organisasi Anda memerlukan pelatihan tentang leadership atau kepemimpinan, segera hubungi kontak kami. Dapatkan pengalaman pelatihan yang berkesan dan berdampak. Baik untuk instansi pemerintah, perusahaan, ataupun organisasi kemasyarakatan. Baik di Sampit, Palangka Raya, Samarinda, Banjarmasin, Pangkalan Bun, Kasongan, Pelaihari, Martapura, Barabai, Banjarbaru, Lamandau, Kuala Kapuas, Kuala Pembuang, Pulang Pisau, Malang, Marabahan ataupun Manado. Baik di Kotim, Kobar, Tanah Laut, Katingan, Kalsel, Kalteng, Kaltim, ataupun wilayah lain di Indonesia. Fasilitator kami berpengalaman dan kompeten.