Ketika Kinerja Organisasi Menurun

Pelatihan Manajemen Sampit, Kalteng.

Pada situasi pandemic dan kesulitan ekonomi sekarang, kinerja organisasi menjadi sangat penting agar dapat tetap bertahan. Dalam arti mampu menghasilkan keuntungan yang memadai, bagi perusahaan atau organisasi bisnis. Ataupun mampu hadir dalam memberi layanan yang baik alias mampu memberi manfaat bagi masyarakat, bagi organisasi public alias instansi pemerintah.

Parahnya, dalam kondisi demikian, banyak kinerja organisasi justru menurun drastic, jika tidak mau dikatakan anjlok. Hal ini tentu tidak diinginkan oleh pimpinan organisasi dan organisasi itu secara keseluruhan, jika mereka peduli dengan eksistensi organisasinya. Apalagi bagi organisasi public, hal ini sangat berdampak politis dan juga akan menyangkut tanggung jawab pemimpinnya di masa depan.

Dalam organisasi bisnis, menurunnya kinerja itu gampang dilihat pada menurunnya omset dan keuntungan alias profit.  Sedangkan pada organisasi public (pemerintah pada berbagai level dan instansi pemerintah) penurunan itu ditandai dengan menurunnya kepuasan public atau masyarakat atas layanan yang diberikan (benefit). Hal ini dicerminkan dari penggunaan anggaran yang tidak menyentuh kepentingan masyarakat, proyek-proyek pembangunan yang terbengkalai dan tidak jelas manfaatnya, pengangkatan pejabat yang tidak jelas standarnya, hingga yang paling jelas adalah kurang memadainya infrastruktur dan tempat pelayanan masyarakat lainnya.

Pada sisi organisasi itu jelas terlihat dari karyawan atau pegawai yang bekerja seadanya dan tidak bersemangat, saling menjatuhkan, dan berkembangnya budaya menjilat di organisasi tersebut. Tidak menutup kemungkinan juga adanya permainan dalam promosi jabatan ataupun mutasi dalam organisasi tersebut. Ini semua tentu berdampak buruk bagi kinerja organisasi tersebut.  Dan inilah yang menjadi analisa utama jika kinerja sebuah organisasi menurun. Jika manusia dalam organisasi tersebut diperlalukan tidak adil atau hanya berdasar like and dislike, jangan harap organisasi tersebut dapat maju.

Baca Juga  Kewirausahaan Kotim: Materi BMC untuk UMKM Mentaya

Bahwa semua manusia ingin diberi hak untuk hidup lebih baik, untuk berkesempatan yang sama untuk mengembangkan diri dan karirnya adalah kebutuhan pegawai atau karyawan untuk bekerja dengan baik di tempat kerjanya. Ringkasnya, semua pegawai dan karyawan memerlukan keadilan. Dan ini hanya mampu diberikan oleh pemimpin yang adil. Pemimpin yang adil hanya mungkin hadir dari pribadi yang punya hati nurani dan berpikiran positif. Bisa juga seorang pemimpin bertindak semaunya karena tidak mengerti apa yang dilakukannya,  karena ia memang tidak punya kapasitas atau kemampuan menjadi pemimpin. Dan, public yang cerdas sangat cerdas menilai itu. Apalagi Tuhan….. yang perhitungannya amat cepat.

Gampangnya, jika ingin kinerja organisasi diperbaiki, mulailah dari bagaimana pemimpin organisasi itu memperlakukan bawahannya. Apakah sudah bersikap baik dan adil dengan semua karyawan atau pegawainya? Ataukah justru dengan pilih kasih berdasarkan kepentingan transaksional? Dalam pemerintahan itu terlihat dari kesesuaian dengan DUK (daftar urutan kepangkatan),  dan bukan daftar urut kepentingan. Apalagi jika kepentingan itu lebih bersifat transaksional apalagi material. Sedangkan dalam perusahaan, terlihat dari tidak jelasnya pengembangan karier karyawan atas dasar kinerja. Dalam hal ini, di pemerintahan agak sulit mengukur kinerja karena sasaran kerjanya masih belum punya ukuran yang pasti.

Okelah kalau DUK tidak berlaku,  namun setidaknya akan menjadi semacam acuan etis dalam promosi maupun mutasi seseorang. Setidaknya ia dapat meminimkan ketimpangan posisi, yang dapat berdampak luas bagi sebuah organisasi. Satu hal yang perlu dicatat, kalau di sebauah organisasi berlaku “politik kantor”, maka organisasi tersebut hanya dapat mencapai 60% dari potensi yang dapat dicapainya. Dalam bahasa lain, telah mengikis 40% dari kinerja yang sesungguhnya. Siapa yang menyebabkan kerugian ini, kalau bukan pimpinan di organisasi itu kan?

Baca Juga  Pentingnya Komunikasi di Tempat Kerja

Okay. Siap memimpin dengan adil? Atau dengan adul? Hehehehe…….

Jadi…. Jika Anda atau organisasi Anda memerlukan pelatihan tentang leadership atau kepemimpinan, segera hubungi kontak kami. Dapatkan pengalaman pelatihan yang berkesan dan berdampak. Baik untuk instansi pemerintah, perusahaan, ataupun organisasi kemasyarakatan. Baik di Sampit, Palangka Raya, Samarinda, Banjarmasin, Pangkalan Bun, Kasongan, Pelaihari, Martapura, Barabai, Banjarbaru, Lamandau, Kuala Kapuas, Kuala Pembuang, Pulang Pisau, Malang, Marabahan ataupun Manado. Baik di Kotim, Kobar, Tanah Laut, Katingan, Kalsel, Kalteng, Kaltim, ataupun wilayah lain di Indonesia. Fasilitator kami berpengalaman dan kompeten.

Author: norman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *