Ketika Berkah Menjadi Musibah

Pelatihan SDM, Sampit, Kalteng.

Bicara tentang lingkungan, sebenarnya hanya bicara tentang dua hal: daya dukung dan daya tampung. Maknanya, alam mempunyai keterbatasan. Suatu aktivitas manusia, entah itu budidaya semisal perkebunan, maupun ekstraktif semisal pertambangan, maupun lainnya seperti pengerjaan bangunan (konstruksi) harus melihat bagaimana daya dukung dan daya tamping ini. Jika terlewati, akan muncul bencana.

Dalam konteks lingkungan, bencana, termasuk gempa bumi, adalah sebuah reaksi alam semesra (sesuai sunatullah) menemukan kesetimbangannya.  Artinya, ketika pada kondisi tertentu, alam kemudian melakukan penyeimbangan kembali dengan perubahan-perubahan tertentu agar kelangsungan alam tetap terjadi. Kita menyebutnya bencana, ketika proses kesetimbangan itu merugikan manusia. Terutama jika itu menyangkut orang banyak.

Jika bencana itu begitu dahsyatnya, kita kemudian menyebutnya sebagai musibah. Maka dalam banyak hal, sebagaimana dalam kita suci disebutkan, musibah sebenarnya lebih banyak disebabkan oleh ulah tangan manusia sendiri. Surat asy-Syura ayat 30 menyebutkan yang maksudnya : “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).”

Lingkungan, berupa alam sekitar kita  adalah berkah dari Allah kepada kita sebagai sarana kita berkehidupan. Allah meletakkan kita dalam bentuk kelahiran pada sebuah lingkungan yang dipersiapkan mendukung kehidupan kita. Lengkap dan demikian sempurnanya, terutama bagi kita yang tinggal di Indonesia ini.  Yang sekaligus, berkah ini sebenarnya adalah amanah yang dititpkan Allah kepada kita, terutama bagi mereka yang dititipi juga oleh Allah kekuasaan.

Sayangnya, keengganan kita untuk belajar telah menjerumuskan kita pada ketidakpahaman tentang bagaimana mengelola alam ini dengan baik, sebagaimana yang dahulu sebenarnya telah dilakukan oleh tetua-tetua kita dengan pengamatan dan kesadaran lingkungan yang baik. Kita yang katanya pendidikannya lebih baik dan merasa lebih maju kemudian terpesona dengan pencapaian-perncapaian bendawi hedonis atas sesuatu yang dianggap sebagai moderenitas dan symbol kesuksesan. Maka yang muncul kemudian adalah kerakusan alias keserakahan. Inilah yang membuat kita merelakan tangan kita menjadi kotor dengan merambah sumberdaya alam yang mestinya dilindungi demi kemaslahatan ummat.

Baca Juga  KALSEL BERGERAK, Tingkatkan Daya Saing Industri

Maka kita pun lantas teringat dengan kata-kata bijak dari  Mahatma Gandhi, yang sering diungkap para aktivis lingkungan: “Bumi ini cukup untuk memenuhi kebutuhan kita semua, namun tidak cukup untuk memenuhi keinginan segelintirkecil manusia yang serakah.”

Siapakah segelintir manusia yang serakah itu?

Beruntunglah jika kita bukan bagian dari mereka itu.

Salam hebat bermanfaat. Salam santun membumi.

Jika Anda atau organisasi Anda memerlukan pelatihan SDM atau pelatihan pembangunan perdesaan, silakan menghubungi kontak kami. Lembaga kami akan senang sekali membantu. Dengan pendekatan NLP dan asik, insya Allah pelatihan kami akan berkesan dan menyenangkan. Baik itu menyangkut komunikasi seperti komunikasi di tempat kerja, public speaking, teknik presentasi, MC dan moderator. Lalu leadership seperti LDKS (latihan dasar kepemimpinan siswa), leadership secara umum, bintek kepemimpinan kepala desa, hingga leadership untuk calon manajer. Atau yang berkenaan dengan manajemen perusahaan, manajemen organisasi seperti perencanaan pembangunan desa, peningkatan kapasitas BPD, pelatihan kewirausahaan, pengelolaan bumdes atau bumdesa, hingga manajemen pembangunan desa, dan integrasi CSR dalam pembangunan desa.

Melayani public training, inhouse training (pelatihan di tempat peserta), hingga provate. Baik di Sampit, Kotim, Kalteng, Pangkalan Bun, Kobar, Palangkaraya, Banjarmasin, Kalsel, Katingan, Kasongan, Kuala Pembuang, Seruyan, Palangka Raya, Lamandau, Sukamara, Kuala Kapuas, Pulang Pisau, Buntok, Barito Utara, Muara Teweh Barito Selatan, Pelaihari, Tanah Laut, Martapura, Kabupaten Banjar, Banjarbaru, Banjar Baru, Amuntai, Barabai, Kandangan, Samarinda , Kaltim, Balikpapan, Penajam, manado, Malang, Yogyakarta, Surabaya, Jakarta, dan daerah lainnya di Indonesia. BDC training : Communication, Leadership, Management. NormanSyah : Inspiratif, Praktikal, Humanis.

Author: norman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *