Integrasi CSR dan Pembangunan Desa

CSR alias Corporate Social Responsibility merupakan harapan besar dalam mendorong pembangunan yang lebih adil. Kok bisa? … Jangan-jangan cuman teori doang nih… nggak ada prakteknya. Kaya di daerah antah berantah… perusahaan perkebunannya banyak… besar dan luas.. bahkan dari asing ada. Kok dampaknya nyaris nggak ada tuh buat masyarakat?

Hehehe… tenang bro. Mungkin belum publikasi aja… mungkin kitanya aja yang nggak tahu.. atau … entahlah! Yang pasti CSR itu sejatinya adalah sebuah tanggung jawab sebuah perusahaan atas dampak kehadirannya di suatu wilayah. Kan sebelumnya masyarakat hidup biasa-biasa aja dengan penuh kesahajaannya di suatu wilayah… lalu ada investor yang melihat peluang bisnis di daerah itu.. lalu bikin usaha, berdirilah perusahaan di situ.

Dari sini… bisa muncul dampak positif bisa pula muncul dampak negatif… semua dampak itu biasa disebut sebagai eksternalitas. Lalu sebagai wujud perhatian dan sekaligus tanggungjawab perusahaan atas dampak tersebut perusahaan melakukan internalisasi dalam bentuk program yang tentu saja ada anggarannnya… yang kemudian hari disebut CSR.

Dalam kenyataannya, CSR tidak hanya penting bagi masyarakat di sekitar perusahaan tetapi juga bagi perusahaan itu sendiri dalam mendukung keberlanjutan usahanya. Pertama agar kehadirannya didukung oleh masyarakat di daerah tersebut. Kedua agar operasionalnya berjalan lancar karena kehadirannya selaras dengan unsur lain yang terakit operasional perusahaan, katakanlah pemasok bahan baku atau hal lain yang menyangkut kelancaran perusahaan.

Ketiga adalah menyangkut ketaatan perusahaan pada regulasi pemerintah ataupun hukum… sebab di beberapa negara, terutama Indonesia, CSR itu kewajiban. Sedabfkan keempat menyangkut citra perusahaan… dan soal citra ini sebenarnya sangat kuat pengaruhnya.. sebuah perusahaan yang dianggap tidak peduli dengan lingkungannya bisa diboikot oleh komunitas tertentu atau dicitrakan sebagai perusahaan yang melalaikan kewajibannya. Sebaliknya jika CSR berjalan bagus… bahkan bisa menjadi iklan atau penambah nilai perusahaan.. dimata rekan bisnis dan dunia.

Baca Juga  CSR dan Kepentingan Perusahaan

Ada pun desa… mesti sudah dapat dana desa yang jumlahnya miliaran rupiah itu.. sebenarnya masih perlu dukungan CSR perusahaan. Dalam ini perlu ada kejelasan… mana yang harus didanai dengan CSR dan mana yang bukan. Ini juga menyangkut program dan kebijakan CSR yang dikembangkan perusahaan pada satu sisi dan kepentingan desa.. termasuk pemerintah daerah pada sisi lainnya.

Maka tantangannya adalah bagaimana menyusun CSR yang terintegrasi yang mendukung kepentingan semua pihak. Yang disinilah perlunya pihak desa.. aparat pembina desa alias pemerintah kabupaten.. dan CSR unit diperusahaan perlu menyamakan persepsi tentang CSR.

Disinilah perlunya integrasi CSR dan pembangunan desa, sehingga dampak CSR itu dapat terasa baik oleh perusahaan, maupun oleh masyarakat desa dan CSR. Untuk itulah rancangan workshop ini kami tawarkan. Kehadiran semua pihak termasuk tokoh masyarakat dan BPD dalam sebuah pelatihan bersama akan mensinergikan semua kepentingan berdasarkan kesetaraan dan kesepahaman.

Bagi perusahaan… integrasi CSR dan pembangunan desa menjadikan program CSR yang dilaksanakan tepat sasaran dan akuntabel karena ada acuan legal yang jelas. Sementara bagi desa, integrasi CSR berarti adanya dukungan anggaran untuk mempercepat pembangunan desa dan adanya kepastian keberlanjutan program CSR perusahaan.

Jangan tunda. Segera hubungi kami untuk CSR yang menguntungkan semua pihak.  Bukan saatnya lagi koar-koar tentang CSR di medsos atau media massa, tanpa tindakan yang nyata.

Norman Ahmadi

Trainer dan Outbounder

Borneo Development Centre.

“sumberfoto: legrand

 

 

Author: norman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *