Bagaimana Menguasai Materi dalam Public Speaking?

Public Speaking Sampit.

Selain gugup dan tidak percaya diri, tantangan pokok dalam public speaking adalah bagaimana menguasai materi yang akan disampaikan. Ini penting, sebab seberapa pun percaya dirinya seseorang dalam public speaking, penampilannya menjadi hampa, saat dia tidak menguasai materi.

Ketidakmampuan dalam menguasai materi memang dapat ditutupi dengan berbagai trik, tetapi seberapa besar pengaruhnya?

Adakalanya beberapa orang menutupi ketidakpahamannya akan materi tertentu dengan mengumbar kemampuannya di bidang lain, menceritakan pengalamannya secara dramatis, atau kesana kemari memanjang-manjangkan sesuatu. Atau dengan penampilan yang wah. Atau dengan trik lainnya.

Semakin besar upaya menutupi ketidakmampuan menguasai materi justru akan menjadikan public speaking yang disampaikan terlihat membosankan,  bahkan dapat membuat jengkel audiens alias pendengar.

Lalu bagaimana cara menguasai materi?

Pertama pilihlah bidang yang menjadi minat atau kesenangan Anda. Passion Anda. Lalu tekunilah.

Tidak semua kita ahli dalam semua bidang. Menjadi spesialis dalam public speaking adalah sesuatu yang spesial. Yang menjadikan diri kita spesifik. Bahkan mungkin original. Ahli. Jadi berusahalah untuk menemukan bidang apa yang sebenarnya cocok dengan diri kita. Yang kita senang dan dapat menikmatinya. Hal ini akan membuat kita semangat untuk mempelajarinya.

Kemudian, carilah sebanyak mungkin ilmu dan pengalaman dengan bidang itu. Ini penting sangat. Sebab jika mengalami sendiri, punya wawasan, dan susah memahami suatu bidang, kita akan sangat mudah menyampaikannya.

Yang perlu diperhatikan kemudian adalah bagaimana menyampaikannya ke hadapan publik alias audiens. Ini perlu keahlian… sehingga penyampaian Anda  menarik dan membuat betah khalayak. Dan teknik inilah yang diajarkan dalam kelas training public speaking.

Adapun hal ketiga yang perlu dilakukan dalam menguasai public speaking adalah B3.

Baca Juga  Outbound itu Apa Seh?

Apa itu?  Kasih tahu nggak ya? … mau taunya.. mau tahu beneran apa iseng azza?

Baiklah. B3 itu singkatan dari Berlatih… Berlatih, dan… Berlatih.

Ya. Berlatih. Bisa berlatih di depan cermin. Belatih saat sendirian di kamar. Berlatih saat ada waktu luang. Berlatih di kamar mandi. Berlatih saat berkendara. Dan seterusnya.. berlatih di setiap ada kesempatan. Berlatih akan menuju kesempurnaan. Seorang Public Speaker Indonesia yang terkenal, Tung Desem Waringin, mengatakan bahwa pengulangan adalah ibu segala pengetahuan.

Nah.. dalam rangka berlatih dan berlatih inilah.. supaya tidak ngawur.. supaya jelas arahnya, seseorang yang serius untuk menjadi piawai dalam public speaking.. kudu ikut training. Dan.. kabar baiknya.. di Sampit, Kalimantan Tengah sudah ada lembaga pelatihan yang melatih serta mengasah kemampuan public speaking. Pelatihan public speakingnya menjangkau palangkaraya, banjarmasin, samarinda, balikpapan, pangkalan bun, dan lainnya. Pokoknya public speaking Kalimantan lah.

Nah.. kembali kepada pentingnya berlatih dan berlatih dalam Public Speaking.. maka ada yang namanya hukum 10.000 jam. Seseorang akan menjadi  ahli dalam suatu bidang .. jika dia telah berlatih dan praktek selama 10.000 jam.

Makanya di Borneo Development Centre (BDC),  training Public Speaking dilakukan dengan 80% praktek. Bahkan untuk efektifnya pelatihan, peserta hanya dibatasi 12 orang per kelas. Untuk apa? Agar memberikan kesempatan kepada peserta praktek seoptimal mungkin.

Sudah ratusan orang yang ikut dalam pelatihan Public Sepaking di BDC. Sekarang giliran Anda…

Norman Ahmadi

Trainer, Outbounder, Public Speaker

Borneo Development Centre

Sampit, Kalimantan Tengah

Author: norman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *