Benarkah Perempuan Lebih Cerewet?

Training Komunikasi Sampit, Kalteng.

Dalam keseharian, komunikasi tentu bagian terpenting dari aktivitas kita, utamanya komunikasi lisan. Dan tentu saja mengobrol merupakan sesuatu yang sesuatu banget.. hehehe. Yang namanya mengobrol atau merumpi itu menjadi bagian terbesar dalam kegiatan komunikasi kita. Bahkan mungkin, selain mempelototi gajet, mengobrol telah menyita sebagian besar waktu kita. Mengobrol pun bisa dimana saja, di rumah, di tempat kerja, di mana saja lah pokoknya.

Namun demikian, dalam komunikasi verbal alias komunikasi lisan ini ada hal yang bersifat gender. Maksudnya, ada pemahaman yang mengklasifikasikan gaya komunikasi berdasar jenis kelamin. Dalam bentuk sederhananya, perempuan dianggap lebih cerewet dari laki-laki. Sehingga tidak heran kalau ada laki-laki yang banyak ngomong disebut sebagai bermulut perempuan. Masalahnya benarkah perempuan itu lebih banyak ngomong dari laki-laki? Ini fakta atau fake ya?

Adalah Sandra Witelson dalam penelitiannya di tahun 1982 dan 1985) pada sembilan otak pria dan lima otak wanita, menemukan fakta. Fakta bahwa otak perempuan itu, secara keseluruhan, lebih kecil daripada otak laki-laki. Ia menyebut corpus calosum, jembatan saraf antara dua belahan otak, terutama bagian isthmus dan splenium (di belakang) sebagai komponen yang cenderung lebih besar pada perempuan. Bagian-bagian ini bertanggung jawab dalam hubungan antar belahan otak yang menjamin ketepatan dan kecepatan pertukaran informasi antar belahan otak.

Selanjutnya Simon LeVay (1994) menguatkan penemuan Witelson itu. Ia menemukan bahwa memang betul corpus calosum perempuan relatif lebih besar daripada laki-laki. Demikian juga komponen yang disebut comissura anterior (penghubung belahan otak, yang secara evolutif, lebih primitive dan berhubungan dengan area ketidaksadaran di belahan otak). Keberadaan dua komponen itu yang dapat menerangkan bahwa mengapa ekspresi-ekspresi emosional perempuan lebih dalam dan ekspresif dibandingkan laki-laki.

Baca Juga  MENGUASAI TEKNOLOGI ATAU DIKUASAI TEKNOLOGI?

Perempuan dalam beberapa kasus lebih dapat membahasakan atau menceritakan apa yang dia rasakan (status emosi). Ia dapat menata kata dan kalimat secara teratur, memilih jenis kata (aspek linguistik) yang dapat melukiskan perasaannya, dan memilih intonasi dan aksentuasi tertentu yang mendukung emosinya (aspek paralinguistik).

Hal yang demikian terjadi karena perpindahan informasi dari belahan kanan ke belahan kiri berlangsung lebih baik pada perempuan dibandingkan laki-laki. Corpus colasum perempuan lebih banyak mengandung serabut. Untuk pertama kalinya corpus colasum itu membuktikan bahwa “cerewetnya” perempuan terutama dalam menguraikan apa yang ia rasakan, memiliki argumentasi ilmiah.

Akibat perbedaan ini maka jangan heran kalau dalam keseharian kita, untuk dapat plong perasaannya, perempuan perlu mengeluarkan sedikirnya 20.000 kata sehari dalam berkomunikasi, sedangkan laki-laki hanya memerlukan sekitar 7.000 kata. Dengan kata lain, perempuan memang tiga kali lebih banyak berkata-kata atau lebih cerewet.

Ssttt… tu kan pada protes. Hahaha…

Ingin tahu bagaimana lebih jauh tentang bagaimana membangun komunikasi yang sehat antara laki-laki dan perempuan dalam upaya menjalin hubungan harmonis? Bagaimana perbedaaan cara mengasuh anak perempuan dan laki-laki dalam parenting? Silakan menghubungi kontak kami. Para fasilitator dan staf lembaga kami akan senang membantu.

 

Lembaga kami melayani pelatihan komunikasi, NLP, leadership, dan manajemen untuk seluruh kota di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Bandung, Samarinda, Balikpapan, Banjarmasin, Martapura, Pelaihari, Banjarbaru, Palangkaraya, Sampit, Pangkalan Bun, Kuala Kapuas, Buntok, dan Makassar. Juga Mataram, Pekanbaru, Maumere, Mataram, Jayapura, dan kota lainnya. Baik di Kalsel, Kalteng, Kaltim, NTT, dan provinsi lainnya. Pelatihan kami dapat dipadukan dengan outbound atau game yang asyik punya.

Salam hebat bermanfaat.

Author: norman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *