Training Komunikasi Sampit, Kalteng.
Mengurus anak yang memasuki usia remaja, bukanlah pekerjaan mudah. Bahkan sering menjadi problem sendiri bagi banyak orang tua. Apalagi anak yang baru tumbuh beranjak remaja. Sering terjadi pembantahan, perlawanan, hingga perselisihan dengan orangtua. Persoalan ini sangat berbahaya jika berlanjut sampai anak semakin besar, apalagi sampai dewasa.
Perlu dipahami, ada tiga hal pokok yang terjadi ketika anak memasuki usia remaja. Katakanlah memasuki masa pubertas pada usia sekitar 12-13 tahun. Pada prinsipnya tidak banyak perbedaan antara anak laki-laki dan perempuan dalam hal ini. Ketiga hal tersebut adalah perubahan hormonal, kemudian terbentuknya RAS, dan terakhir adalah mulainya ada rahasia dalam diri mereka.
Perubahan ini cukup membuat kegelisahaan bagi remaja. Anak laki-laki dengan hormon andalannya testosteron, ketika masih kanak-kanak jumlahnya amat sangat sedikit, namun ketika ia mencapai usia puber, ia “dibanjiri” dengan hormon ini. Akibatnya adalah terjadi kegelisahan dalam diri, menjadi lebih laki-laki, mulai tertarik lawan jenis, dan mulai ada proses reproduksi. Secara fisik itu tampak jelas dengan munculnya suara yang lebih berat, tumbuhnya bulu-bulu khas lelaki, dan mulai tumbuh jakun di leher.

Hal yang sama terjadi pada anak perempuan, dengan hormon progesteronnya. Gejala paling menonjol adalah terjadinya menstruasi. Dalam periode ini terlihat anak perempuan lebih suka berdandan, mulai menjaga penampilan, dan terjadi perubahan fisik terutama di bagian dada. Ini semua memunculkan “gaya baru” dari anak kita. Perubahan ini pun sesuatu yang memerlukan adaptasi bagi mereka dan juga para orangtua.
Pada masa remaja juga terbentuk RAS atau Reticular Activating System. RAS adalah suatu bagian otak manusia yang berupa struktur longgar neuron yang menghubungkan jaringan saraf tulang belakang dan seluruh bagian otak. RAS merupakan sekumpulan syaraf nuclei pada sumbu batang otak yang berfungsi menerima masukan informasi dari semua pancaindra dan dari bagian otak lainnya (cerebellum/otak kecil dan kedua hemisfir otak) dan menyaringnya.
Informasi yang relevan akan ditahan di otak sadar dan prasadar sedangkan yang yang kurang relevan dikirim ke bagian bawah sadar. RAS mengontrol siklus tidur-terjaga, koordinasi respon terhadap stimuli dunia luar, serta fokus perhatian manusia. RAS juga berfungsi sebagai penyaring (filter) untuk otak. RAS menjaga agar otak tidak overloaded dengan informasi dari kelima panca indera dengan cara memilah-milah, meng-generalisasi, atau membuang “data-data” yang tidak sesuai dengan Kriteria RAS.
Dengan kata lain, pada usia remaja, anak kita telah memiliki sistem keyakinan dan nilai-nilai tersendiri. Oleh karena itu mereka bisa tersinggung dan menolak, serta bahkan dapat menjadi berbeda sekali dengan karakter orangtuanya. RAS yang mirip filter ini, terbentuk sesuai yang mereka terima dari dalam kandungan. Sehingga penting memberi “asupan rohani” atau pendidikan yang baik kepada anak sejak dini. Agar RAS yang terbentuk adalah yang positif.
Adapun rahasia berperan penting dalam bagaimana seorang anak bersikap. Rahasia adalah sesuatu yang dijaga oleh seseorang untuk melindungi kepentingannya. Pada sisi positif, rahasia dapat mendewasakan seseorang dalam mengontrol sikap dan perkataannya. Namun jika seorang remaja mempunyai banyak rahasia, atau bahkan terlalu banyak rahasia, ini justru menghambat pendewasaannya.
Berdasarkan penelitian terhadap 1.200 remaja muda, sebagaimana yang diungkap oleg DR.David Craig (2017), mendapati bahwa remaja yang terlalu banyak menyimpan rahasia dari orangtua menunjukkan gejala psikologis yakni rasa rendah diri, suasana hati depresi, serta peningkatan stress. Selain itu juga terdapat indikasi perilaku agresif dan kenakalan remaja.

Dari sini jelas, perlunya membangun komunikasi yang lebih baik antara orangtua dan anak, terutama ketika anak memasuki remaja. Dan jika Anda ataupun organisasi Anda, baik itu perusahaan Anda, ataupun instansi Anda memerlukan training komunikasi, jangan ragu untuk menghubungi kami. Baik komunikasi yang menyangkut hubungan kerja di kantor atau dengan pelanggan (communication skill), untuk public speaking, atau pun presentation skill, dan komunikasi untuk parenting, silakan kontak kami. Kami senang sekali dapat bekerjasama.
Pelayanan kami meliputi Sampit, Palangkaraya, Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda, Pangkalan Bun, Surabaya, Malang, Makassar, dan Jayapura, Juga Buntok, Kuala Kapuas, Martapura, Kotabaru, Kasongan, hingga Tanjung dan kota lainnya di Indonesia. Baik secara inhouse training maupun online.
Sukses untuk Kita Semua. Salam hebat bermanfaat.