Sebagai metode pelatihan, outbound dipandang efektif karena peserta mendapatkan makna atau pemahaman dari pembelajaran langsung alias pengalaman. Berbeda dengan pengalaman belajar di kelas, tentu keaktifan peserta lebih besar dalam outbound. Oleh karenanya, outbound mempunya karakteristik pembelajaran yang berbeda dengan pembelajaran di kelas.

Karakteristik tersebut antara lain adalah bahwa outbound mengarahkan peserta langsung ke tujuan belajar. Outbound tidak banyak teori, kecuali sedikit pengarahan dari fasilitator. Kemudian peserta langsung bermain dan merasakan sendiri apa yang didapatkan dari proses permainan (game) ataupun aktivitas lain yang diprogramkan. Dari interaksi antar peserta dan proses permainan itulah peserta menyimpulkan dan memahami tujuan belajar dari program outbound.
Sebagai sebuah program pembelajaran, outbound memiliki struktur belajar dan tahapan sebagai prosesnya. Dalam prakteknya tahapan outboud ini dapat disebut sebagai kerangka outbound. Adapun kerangka tersebut meliputi setidaknya tujuh tahapan yakni pengarahan (briefing), yang dari sini diharapkan peserta memahami misi dari program outbound (Mission Assesment), dan kemudian perencanaan (planning).
Kemudian berlanjut dengan pelaksanaan aktivitas (action) dan refleksi ( reflection). Dalam tahap ini peserta merefleksikan permainan atau aktivitas outbound yang dilaksanakan dalam kesehariannya, dalam tugasnya, dan keberadaan dirinya dalam kelompok ataupun tim.
Dari sinilah kemudian beranjak menjadi evaluasi, yakni membandingkan antara yang diharapkan dengan dengan realitas yang dihadapi, sehingga didapat kesenjangan atau tidak. Jika ada kesenjangan, berarti diketahui mana yang harus dilakukan perbaikan.Atas hal tersebut peserta kemudian menyimpulkan (deberiefing) berdasarkan pengalamannya.
Karakter selanjutnya dari kegiatan outbound adalah keterlibatan peserta dalam proses belajar tinggi. Namanya juga pembelajaran bernilai rekreatif, outbound melibatkan semua peserta dalam permainan dan aktivitasnya. Dengan dorongan dari fasilitator dan semangat kebersamaan, biasanya peserta outbound merasa rugi jika tidak aktif. Inilah perbedaan menonjol antara outbound dengan belajar di kelas.
Jika dalam aktivitasnya melibatkan peserta secara aktif, otomatis outbound juga melibatkan peserta dalam analisa proses belajar dan apa yang didapatkan dari proses pembelajaran. Dan dari sinilah peserta dapat merasakan keterlibatannya dan pengalamannya langsung dalam proses belajar. Dan dari karakteristik metode pembelajaran yang seperti inilah, maka outbound lebih berkesan dan berdampak bagi tim kerja.

Tidak heran, jika seorang teman berujar… kenapa perlu outbound? Karena katanya, tidak semua orang bisa dinasehati dalam keadaan serius. Melalui outbound…dengan bermain bersama dan sambil bercanda membuat seseorang lebih mudah menerima masukan dan menempatkannya dalam perubahan perilakunya.
Trainer dan Outbounder
Borneo Development Centre