Jasa Penyusunan Social Mapping untuk Program CSR di Kotim dan Seruyan, Kalteng
Seperti kita ketahui, CSR bukanlah sekedar charity alias sekedar derma dari perusahaan. Selain menyangkut etika bisnis, CSR sebenarnya lebih bertujuan pada pemberdayaan masyarakat (empowering community) ataupun pembangunan masyarakat untuk mencapai kemandirian (community development). Dan inilah yang menjadi tujuan utama CSR.
Dalam konteks ini, pendekatanpola CSR dan program yang disusun sangat tergantung pada kondisi dan situasi yang dihadapi. Namun demikian, agar program CSR menjadi tepat sasaran dan nyata dampaknya di masyarakat, pengenalan terhadap masyarakat yang menjadi sasaran program CSR melalui social mapping atau pemetaan sosial, mutlak diperlukan.
Beberapa kegiatan CSR oleh perusahaan, baik itu perkebunan, jasa, maupun yang sifatnya ekstraktif (pertambangan) dilakukan begitu saja tanpa adanya arah yang jelas. Social mapping merupakan bagian penting dari perencanaan program CSR. Sebab social mapping merupakan landasan utama dalam penyusun program CSR yang akan dilakukan perusahaan. Adanya keluhan tentang program CSR yang tidak berdampak bagi masyarakat ataupun kemajuan daerah, sering disebabkan karena tidak adanya program yang jelas yang dilandasi oleh adanya pemetaan sosial ini.

Pada prakteknya, social mapping dapat dilaksanakan sendiri oleh unit atau bagian perusahaan yang bersangkutan, namun dapat pula dilaksanakan oleh pihak lain atau pihak ketiga. Baik perusahaan konsultansi, lembaga swadaya masyarakat, perguruan tinggi, ataupun perorangan. Borneo Development Centre (BDC) merupakan lembaga yang memberikan layanan pelatihan CSR dan juga social mapping untuk keperluan penyusunan program CSR.
Pemetaan Sosial bertujuan untuk memahami dan mendapatkan gambaran utuh berkenaan kondisi sosial masyarakat lokal. Kegiatan ini sangat penting untuk dilakukan, karena setiap wilayah memiliki kondisi sosial dan kebutuhan yang berbeda.Selain untuk mengenal stakeholder dalam kaitannya dengan keberadaan dan aktivitas pelaku dalam program yang akan dijalankan, mengidentifikasi akar masalah dan kerentanan akan potensi masalah, serta menganalisa kemungkinan adanya potensi konflik.

Setidaknya, ada sembilan bagian penting yang harus dilingkup dalam pemetaan sosial yakni pemetaan jaringan sosial, aktor beserta jaringan dan peranannya, analisis jaringan, identifikasi forum masyarakat, identifikasi masalah sosial, identifikasi potensi, analisis pengembangan potensi, identifikasi kelompok rentan, dan kebutuhan program.