Service Excellent Sampit, Kalteng
Kita sepakat, perencanaan menentukan keberhasilan sebuah kegiatan, termasuk pembangunan. Bahkan dalam manajemen secara umum, perencanaan merupakan komponen penting yang tidak bisa dipisahkan dari komponen perencanaan lainnya. Saking pentingnya perencanaan, bahkan ada yang mengatakan bahwa setengan dari keberhasilan adalah ada pada kematangan perencanaan. Sehingga perencanaan sangat menentukan keberhasilan pembangunan.
Dalam konteks bernegara, terutama dalam negara yang menganut prinsip negara kesejahteraan (welfare state), maka pembangunan diarahkan untuk melayani masyarakat atau rakyat. Dalam bahasa yang lebih luas dapat dikatakan bahwa pembangunan diarahkan untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat. Hal ini sesuai dengan tujuan kita bernegara sebagaimana dicantumkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yakni memajukan kesejahteraan umum.

Oleh karena perencanaan pembangunan akan menjadi arah bagi pembangunan sebuah wilayah, maka diperlukan perencanaan yang melayani rakyat. Melayani rakyat dalam Undang-undang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional juga diadaptasi diantaranya dengan adanya kegiatan musrenbang yang dimulai dari level yang paling bawah yakni musrenbang tingkat desa (musrenbangdes). Dan ini merupakan pendekatan yang bersifat bottom up, selain pendekatan politis dalam perencanaan pembangunan, dimana seseorang dipilih oleh konstituen bukan hanya karena sosok pribadinya, tetapi karena program pembangunan yang ditawarkannya.
Lebih lanjut kita menengok tentang bagaimana sebuah layanan, sebagaimana juga perencanaan pembangunan, service kepada customer (baca : masyarakat) juga mempunyai level. Paling tidak, ada enam level karya Ron Kauffman dalam tulisannya di Bloomberg Businessweek, yakni Level 1 (Criminil), Level-2 (Basic), Level-3 (Expected), Level-4 (Desired), Level-5 (Surprising), Level-6 (Unbelieveble).

Pada level-1, layanan pada level ini benar-benar buruk, layanan yang diberikan bahkan melanggar harapan minimum yang diharapkan. Komplain atau kekecewaan atas janji yang diberikan sangat jauh dari yang dilaksanakan. Sedangkan pada level-2 yakni basic, layanannya masih sesuai dengan janji yang diberikan namun jauh dari memuaskan. Meski keluhan tidak berkembang karena layanan tersedia, akan tetapi peluang munculnya kejengkelan atas layanan masih terbuka.
Pada level-3, yakni expected, tidak ada layanan yang istimewa. Pada level ini semua berjalan biasa-biasa saja. Normal. Sesuai standard dan memang seharusnya begitu. Apa yang dijanjikan telah ditepati dan keluhan sangat minim atau bahkan tidak ada. Namun sekali lagi ini belum memuaskan, sehingga jika ada pilihan yang lebih baik, customer akan memilih yang lain.
Pada level-4, desired. Layanan yang diberikan menyentuh hal yang disenangi customer dan mulai ada nilai lebihnya. Sedangkan pada level-5, surprising merupakan sesuatu yang istimewa. Hingga pada level-6 adalah menjadi sesuatu yang istimewa yang bakal tercatat dalam ingatan rakyat, bahwa pada pemerintahan atau kepemimpinan tokoh tertentu di suatu wilayah terdapat pelayanan kepada rakyat yang luar biasa.
Jika menghubungkan tiga hal -yakni perencanaan, penganggaran, dan service excellent- dapat dipastikan bahwa pembangunan yang baik akan bertumpu dan bertujuan pada kepentingan rakyat. Dan itu dimulai dari perencanaannya. Yang jika usut lebih jauh terletak pada pemilihan sumberdaya yang tepat, dan paling utama sumberdaya manusia yang mengelola pembangunan itu. Bukan soal balas jasa politik atau pola transaksional lainnya.
Setuju?

Jadi jika Anda atau organisasi Anda, baik public (instansi) maupun private (perusahaan) memerlukan pelatihan yang berkenaan dengan service excellent, silakan menghubungi kontak kami. Baik Anda yang berada di Sampit, Kuala Pembuang, Palangka Raya, Kapuas, Pulang Pisau, Martapura, Banjarmasin, atau Banjarbaru, dan Pelaihari, kami siap membantu. Baik di Kalsel, Kalteng, Kaltim, atau provinsi lainnya. Di Kotim, Kobar, Katingan, Seruyan, dan Manado. Kita siap bekerjasama. Dapatkan pelatihan yang inspiratif, praktikal, dan humanis yang memberikan energi baru pada organisasi Anda.