Public Speaking Sampit. Kalteng.
Belajar Public Speaking itu Mudah. Simpel dan nggak ribet. Jadi jika ada yang bilang belajar public speaking itu pake lama dan pake rumit, Anda patut curiga bahwa Anda bertanya pada tempat yang salah. Makanya jangan heran kalo aslinya, teori tentang public speaking di BDC, sebenarnya hanya satu lembar alias satu halaman saja. Tidak lebih.
Kok bisa?
Bisa lah.. kalo materinya langsung ke daging. Alias daging semua. Nggak pake bulu, daging, apalagi tulang belulang yang bisa bikin gigi rontok…. hehehe…. Penasaran?
Mari kita buka rahasia menjadi pembicara handal dengan mudah, satu persatu. Kita mulai dengan 3V. Kok 3V? Iya… materi belajar public speaking itu mesti mudah diingat, karena kita ingin audiens kita mengingat apa yang kita sampaikan, sehingga dibuat simpel. Sederhana. 3V itu adalah Visual, Verbal, dan Vocal. Oke…? Mau yang mana dulu nih kita bahas?
Okay…. Kita mulai dari Visual. Visual itu adalah apa yang dilihat oleh audiens saat kita tampil membawakan public speaking. Itu mulai dari pakaian kita, cara berdiri kita yang lazim disebut postur, posisi berdiri kita, hingga bagaimana emosi kita terlihat.
Sudah pasti termasuk dalam hal ini kerapian kita, rambut kita, kuku-kuku kita… polesan wajah alias riasan atawa mek af (make up).. hingga sepatu kita atau alas kaki kita. Hal-hal yang ditangkap dengan mata adalah semua yang menyangkut visual. Dan hal yang termasuk dalam konteks ini.. walaupun bukan visual adalah BBM (Bau Badan dan Mulut).
Apa pun yang menyangkut visual seorang public speaker… harus OK. Sebab public speaker bukan cuma didengar.. tetapi juga dilihat. Okay?

Ada pun V yang kedua adalah Verbal. Kata-kata yang digunakan. Termasuk dalam konteks ini adalah diksi alias pilihan kata. Tentu sangat berbeda pilihan katanya untuk acara seremonial atau formal dengan hiburan atau non-formal. Acara resmi ataupun acara hiburan.
Bahkan acara resmi pun berbeda.. misalnya saat mengisi sambutan dalam seminar dengan ulang tahun perusahaan, tentu berbeda. Atau acaranya sama tetapi perannya berbeda, pilihan katanya juga berbeda. Misalnya saat menjadi narasumber dalam pelatihan karyawan perusahaan dengan ketika menjadi pimpinan perusahaan yang membuka pelatihan, pilihan katanya pastilah tidak sama.
Terakhir… V yang ketiga adalah Voice alias suara. Sesuai dengan huruf di dalamnya, Voice terdiri atas Vocal.. bagaimana mengucapkan suatu kata atau kalimat. Lalu… “O..gap”.. yakni seringnya orang mengucapkan “oooo….” atau juga “eeeee….” ketika melakukan public speaking. Kemudian Intonasi. Juga Cleareance, yakni kejelasan suara yang dapat diterima audiens. Hingga paling uncit alias terakhir adalah E yakni Energi.
Seorang pembicara public harus mempunyai energi yang cukup untuk menyelesaikan tugasnya. Bukan hanya agar dia tetap membawakan paparan atau ceramahnya atau materinya dengan baik, tetapi dia harus punya energi yang setingkat lebih tinggi dari audiensnya. Dengan kata lain dia harus tetap bersemangat dari awal sampai akhir.
Are you ready?
Trainer, Outbounder, Public Speaker
Sampit Kalimantan Tengah