Public Speaking Sampit, Kalteng.
Bagi yang pernah ikut workshop BDC atau membaca tulisan saya di medsos tentang public speaking. pastilah sering ketemu dengan istilah 3S. Dan betul.. public speaking itu hanya sesimpel itu. Makanya kan sering saya bilang.. kalo teori public speaking itu mau dibuat simpel.. satu halaman kwarto saja sudah cukup kok. Ini berarti public speaking itu mudah dikuasai.. asal saja kita tahu strateginya dan belajar di tempat yang tepat. Ingat.. tepat itu bukan berarti mahal dan jauh… walau soal mahal dan jauh itu relatif sifatnya.
Sebenarnya dalam public speaking iru masih Ada “Dua Es” lagi. Lo… ini bukan mau memperpanjang teori atau memolorkan durasi… ini maksudnya supaya lebih mantap gitu lo. Kan kalo lebih mantap jadinya lebih marem.. gitu kan ya? Hehehe.. pasti lah.
Nah.. supaya nggak dibilang berbelit-belit, dalam kesempatan yang berbahagia ini, saya hanya menguraikan tentang tambahan satu “S” lagi. Jadi selain memahami 3S yakni subject mastery, squencing, dan showmanship, hgrus juga faham “S” yang ini. Apakah itu? Adapun “S” yang keempat itu adalah self mastery.
Sebenarnya “self mastery” ini adalah dasar kesadaran sebelum masuk ke 3S yang sering kita bicarakan itu. Self mastery justru menjadi pondasinya. Menjadi pijakan dasar dalam memasuki dunia public speaking. Artinya.. jika sudah memaknai dan menikmati self mastery ini.. seseorang akan merasa enjoy dan bersemangat menjalani penjelajahan di dunia public speaking.
Self mastery dalam pengertian ini lebih kurang adalah bagaimana kita menjadi master yang memahami diri kita sendiri. Kita menjadi orang yang mengetahui tujuan dan passion kita, purpose kita. Kita pun tahu jejak langkah dan keputusan yang kita buat. Kita menjadi koheren, selaras antara apa yang kita pikirkan, kita inginkan, kita lakukan, dan kita menikmati semua proses itu dengan nyaman. Dan kita menganggap bahwa public speaking itu sesuatu yang kita nikmati dan nyaman.
Maka untuk mencapai self mastery itu.. kita harus MBA. MBA ini bukan gelar sekolah bisnis.. tetapi istilah simpel kita saja untuk memahaminya. M yang pertama adalah minat dan mental kita. Artinya kita harus menentukan bidang mana yang akan menjadi spesifikasi kita dalam public speaking. Sebab dengan bidang yang khusus, selain dapat menjadi personal branding kita juga akan lebih fokus mempelajari sesuatu. Katakanlah kita memilih bidang parenting sebagai bidang kita, atau tentang bisnis retail, kajian politik, dan sebagainya. Bidang ini harus menjadi minat kita, menjadi passion dan purpose kita. Dari sini maka mulailah menguatkan mental.
Pertama mental untuk meyakini bahwa bidang yang kita tekuni akan menjadi pilihan kita. Akan banyak tantangan maupun godaan yang membuat kita belok. Akan tetapi ketika kita sudah bertekad, pasang keyakinan, maka melangkahlah dengan mantap. Yang kedua adalah kesiapan proses mental untuk memiliki kapasitas yang mumpuni dalam apa yang telah kita pilih. Yang artinya kita tidak bisa lagi berleha-leha atau santuy-santuy lagi.

Jika telah menetapkan minat.. maka kita masuk ke “B” yakni belajar dan belajar terus akan bidang yang telah menjadi minat kita itu. Belajar melalui membaca, berguru ke ahlinya – lebih pas kalau belajar ke orang yang nomor satu di bidang – atau melalui media dan cara apa saja yang membuat setiap hari kemampuan kita dalam bidang itu semakin meningkat. Termasuk browsing atau gugling untuk mencari artikel atau bahkan nonton video tentang bidang kita itu.
Ada pun “A” adalah aplikasikan bidang yang telah kita pelajari itu dalam keseharian kita. Ini akan menguatkan ketikan berbicara tentang bidang yang kita dalami lagi. Tentulah beda kesannya, saat seorang pembicara public mengungkapkan succes story tentang dirinya sendiri, dengan mengutip atau menceritakan pengalaman orang lain. Betulkan?
Baiklah, terimakasih telah mengunjungi website BDC Training. Jika memerlukan sesuatu yang berkaitan dengan public speaking, misalnya perlu training inhouse atau bahkan private, jangan sungkan menghubungi kami. Workshop public speaking kami dapat melayani Sukamara, Lamandau, Pangkalan Bun, Seruyan, Kasongan, Palangkaraya, Banjarmasin, atau pun kota lainnya di Indonesia.
Sampai ketemu di workshop kita. Salam Hebat Bermanfaat.