PELATIHAN DI DESA, KENAPA TIDAK?

Pelatihan atau bintek tidak harus ke Pulau Jawa atau pun ke kota besar. Di Desa atau di kecamatan pun bisa. Jika ini bisa dilaksanakan, selain menghemat dana desa juga mempunyai dampak yang luas bagi desa. Kenapa? Karena jumlah yang dilatih akan lebih banyak, sehingga perubahan yang dapat dicapai juga bakal lebih besar.

Bagaimana dengan fasilitator atau narasumbernya? Fasilitatornya bisa kok dari kecamatan. Kalaupun dari pihak kecamatan kurang orang, maka di kabupaten banyak tersedia pengajar yang mumpuni. Mulai dari para tenaga ahli sampai para pejabat di instansi terkait. Mereka itu nggak perlu di kasih honor kok.. cukup mengandalkan SPD saja. Sudah lebih dari cukup.

Sedangkan untuk pelatihan yang sifatnya sangat teknis dan strategis….  bolehlah dilaksanakan di level kabupaten. Meskipun tidak berarti harus dilaksanakan di kabupaten.. di hotel mewah… ndak harus. Misalnya saja pelatihan siskeudes, keuangan desa, kepemimpinan kepala desa bagi kades baru, atau pun bumdes. Yang berarti kalau demikian… anggaran pelatihannya ada di kabupaten alias APBD. Desa cukup menyediakan SPD ke kabupaten sesuai standar desa. Ndak ada kontribusi segala…

Dengan pola demikian maka pelatihan aparat desa menjadi lebih irit… lebih efisien dan efektif. Lebih ekonomis. Nggak perlu di APBDesa dianggarkan biaya bintek banyak-banyak. Sepuluh juta cukuplah untuk sekali pelatihan di desa sebanyak sekali atau dua kali… dengan peserta sekali pelatihn sekitar 20 orang. Kalau 21 boleh nggak? Bolehlah….. Kalau 22….? ya… boleh juga lah. He he he he….. Dana segitu sudah termasuk jaga-jaga untuk SPD kalau-kalau ada undangan pelatihan  ke kabupaten atau provinsi. Irit ya?

Gimana nggak irit… kalo desa cukup menyediakan ATK dan konsumsi… plus ruangan yang nyaman. Biasanya di balai desa atau minjam gedung SD sudah oke kok. Tinggal pasang kipas angin yang banyak.. kursi yang empuk… sound system yang oke… ngantuk deh. Hehehe… plus layar dan LCD projector… jadi deh. Nggak usah bingung desa harus beli LCD dan projector… suruh orang kecamatan dan kabupaten bawa sendiri. Jalan kok.

Baca Juga  Outbound Kalteng: Mengefektifkan Pelatihan Karyawan dengan EL

Mau coba? Atau sebenarnya pengen jalan-jalan ke tempat wisata nih?

Norman Ahmadi

Trainer dan Outbounder

Borneo Development Centre

Author: norman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *